
Batam Butuh APMS Terapung Pasok BBM Nelayan

Batam (Antara Kepri) - Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau membutuhkan agen premium dan solar (APMS) terapung untuk memasok bahan bakar minyak untuk nelayan agar harga premium di pesisir tidak tinggi.
"Kami mendorong Pertamina membangun APMS di pesisir," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Selasa.
Saat ini, di Batam hanya ada satu APMS di Perairan Belakang Padang, padahal ratusan nelayan di Batam tersebar di tiga kecamatan kepulauan.
"Kalau ditambah dua titik APMS lagi di Galang dan Punggur, itu cukup," kata dia.
Menurut dia, dalam Rapat Muspida, pihak Pertamina mengatakan sudah merencanakan pembangunan APMS di perairan yang terletak di Kecamatan Galang dan Kecamatan Bulang. Namun, realisasinya tidak pasti.
"Kasihan nelayan, mereka harus ke darat untuk beli BBM, sudah beli, dicurigai pula oleh pihak-pihak mereka menyelundupkan," kata dia.
Ia mengatakan selama ini, pengusaha kurang tertarik membangun APMS terapung karena dari segi bisnis tidak menjanjikan keuntungan. "Karena APMS itu swasta," kata dia.
Sementara itu, nelayan Pulau Terung Asman Usman mengatakan membeli premium Rp9.170 per liter, relatif jauh lebih mahal ketimbang harga bahan bakar itu di pulau utama Rp6.500 per liter.
"Kami beli satu kaleng isi 18 liter bensin Rp165.000, naik dari Rp130.000," kata penampung ikan Pulau Terung, Asman Usman di Batam, Selasa.
Sebelum pemerintah menaikan harga BBM akhir Juni 2013, nelayan pesisir harus membayar premium Rp7.222 per liter, lebih mahal dibanding harga subsidi di kota Rp4.500 per liter.
"Semakin susah hidup kami, kini," kata Asman. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
