Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Natuna perkuat koordinasi untuk jaga inflasi

Selasa, 14 April 2026 15:02 WIB
Image Print
Proses rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di Natuna, pada Selasa (14/4/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, memperkuat koordinasi antarunit kerja dan lintas instansi guna menjaga inflasi di wilayah perbatasan tersebut.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, di Natuna, Selasa, mengatakan dirinya memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah pada Selasa pagi di kantornya. Rapat dihadiri Perwakilan Pertamina Patra Niaga, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Natuna dan unit kerja terkait.

Tujuan rapat untuk memantau perkembangan harga bahan pokok secara real-time, membahas langkah konkret pengendalian harga, serta memperkuat sinergi antar instansi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

“Kita membahas apa yang diperlukan oleh masyarakat. Salah satunya mencari solusi strategis untuk menstabilkan harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Kita membutuhkan langkah yang realistis agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucapnya.

Sementara Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Marwan Sjah Putra, di dalam rapat menyampaikan pada Sabtu (11/4) pihaknya bersama Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Pangan (Satgas Saber) melakukan pemantauan harga bahan pokok penting.

Hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan harga pada komoditas beras dan gula pasir, dengan selisih Rp1.000 hingga Rp3.000 dari harga acuan penjualan. Kondisi tersebut masih tergolong normal karena dipengaruhi oleh ketersediaan barang di Natuna.

“Kenaikan terjadi di tingkat pengecer, sementara di agen tidak. Beras yang naik adalah jenis premium, sedangkan beras medium tidak mengalami kenaikan,” ucapnya.

Ia menambahkan, Natuna masih belum mampu swasembada pangan sehingga kebutuhan masyarakat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Oleh karena itu, kelancaran transportasi logistik berpengaruh terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok.

Pemkab Natuna kata dia, telah menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kelangkaan atau lonjakan harga yang signifikan, yakni melalui kegiatan pasar murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM).

“Kenaikan ini hanya sementara. Ketika kapal pengangkut sudah masuk, harga akan kembali turun,” katanya.

Selain beras dan gula, komoditas seperti bawang dan cabai juga kerap mengalami kenaikan harga. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Natuna berencana menjalin kerja sama dengan daerah penghasil komoditas tersebut.

Dalam hal transportasi, Pemkab Natuna tengah mengupayakan kerja sama dengan Penerbangan Angkutan Udara Militer (PAUM) yang memiliki rute ke Natuna dan wilayah penghasil cabai maupun bawang.

Rencana itu juga akan dibahas bersama Bank Indonesia (BI) guna mendapatkan dukungan. PAUM menjadi alternatif karena lebih cepat, sebab cabai dan bawang merupakan komoditas cepat rusak.

Sementara itu untuk komoditas tidak mudah rusak sudah memiliki solusi dengan memanfaatkan kapal program logistik nusantara, dan kapal-kapal Perusahaan Pelayanan Nasional Indonesia (Pelni) yang melintasi Natuna.

“Kita bisa menjalin kerja sama antar daerah, khususnya untuk komoditas cabai dan bawang,” ujar dia.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026