
KKP RI survei 5 calon lokasi KNMP di Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melakukan verifikasi lapangan terhadap lima calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada 10-17 April 2026.
"Survei ini untuk menilai kelayakan dan kesiapan wilayah dalam mendukung program prioritas nasional sektor kelautan dan perikanan," kata Ketua Tim Survei KKP Fawzan di Tanjungpinang, Kepri, Jumat.
Dia menyampaikan verifikasi dilakukan di lima titik lokasi, yakni Kelurahan Senggarang, Kampung Bugis, Pulau Dompak, Sei Jang dan Tanjungpinang Timur.
Menurut dia, Tim KKP turun langsung ke lapangan guna melakukan pendataan, mulai dari kondisi wilayah, potensi perikanan, hingga kesiapan sosial ekonomi masyarakat nelayan di masing-masing lokasi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi untuk memastikan kesesuaian data usulan pemerintah daerah dengan kondisi faktual di lapangan.
"Kami melakukan pendataan langsung di lapangan untuk melihat kondisi riil di setiap lokasi, termasuk potensi pengembangan dan kesiapan masyarakat nelayan," ujar Fawzan.
Dalam proses verifikasi tersebut, Tim KKP turut didampingi Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, perangkat kelurahan, RT/RW, kelompok nelayan, serta pengurus Koperasi Merah Putih.
Baca juga: Pemkab Kepulauan Anambas kirim sampel makanan SPPG Air Asuk ke Batam untuk di uji
Sementara Kepala DP3 Kota Tanjungpinang Robert Lukman menjelaskan hasil survei dan pendataan lapangan oleh tim KKP telah dihimpun dan akan diteruskan kepada wali kota setempat untuk memperoleh dukungan pemerintah daerah dalam penguatan usulan menuju penetapan Program KNMP tersebut.
"Setiap kawasan memiliki karakter berbeda, mulai dari potensi perikanan tangkap, budidaya air laut dan air tawar, hingga daya tarik wisata bahari dan kuliner pesisir, seperti gonggong dan ketam," ujar Robert.
Menurut Robert, pengembangan kawasan pesisir melalui kampung nelayan modern yang memadukan perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil laut, dan wisata bahari, dengan pendekatan berbasis konservasi sesuai kebijakan ekonomi biru itu diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir, termasuk nelayan.
Pemkot Tanjungpinang, lanjutnya, mendukung penuh program Presiden RI Prabowo Subianto itu sebagai wadah penguatan ekonomi nelayan agar mereka dapat mengelola produksi, pengolahan, dan pemasaran hasil laut secara mandiri dan berkelanjutan.
"Semoga langkah ini menjadi awal bagi terwujudnya kampung nelayan yang modern, produktif dan mampu meningkatkan kemandirian sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir di Tanjungpinang," ucap Robert.
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
