
Rudenim Pusat Tanjungpinang terima penghargaan berkat sinergitas pengamanan deteni

Tanjungpinang (ANTARA) - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang menerima penghargaan dari sejumlah stakeholder atas keberhasilan memperkuat koordinasi keamanan dan ketertiban melalui implementasi Strategi Manajemen Aman Rudenim Terintegrasi Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi (SMART FORKOPDENSI).
Penghargaan tersebut diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Rudenim Pusat Tanjungpinang dalam membangun kolaborasi dan sinergitas antarinstansi terkait.
"Penghargaan ini sebagai representasi keberhasilan institusi dalam memperkuat sinergi lintas sektor serta meningkatkan kesiapsiagaan operasional pengamanan deteni dan pengungsi," kata Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang Rakha Sukma Purnama, Kamis (23/4).
Kegiatan koordinasi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Kanwil Ditjenim) Kepri Guntur Sahat Hamonangan, serta dihadiri oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjungpinang, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban, bersama para stakeholder yang tergabung dalam FORKOPDENSI, yakni BNN Tanjungpinang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tanjungpinang, serta LAZNAS Yakesma Kepri, yang sekaligus bertindak sebagai narasumber kegiatan.
Melalui forum koordinasi tersebut, dilakukan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kesiapsiagaan petugas melalui berbagai diseminasi strategis, antara lain pencegahan
penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, peningkatan kesiapsiagaan tanggap darurat dan keselamatan kebakaran, serta penguatan mental, integritas, dan disiplin petugas.
Rakha menyampaikan implementasi SMART FORKOPDENSI menjadi langkah strategis dalam menghadirkan manajemen keamanan Rudenim yang terintegrasi antarinstansi.
Penghargaan ini, katanya, menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
"SMART FORKOPDENSI memastikan koordinasi tidak berhenti di forum komunikasi, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata peningkatan profesionalitas, kesiapsiagaan, serta penguatan sistem pengamanan Rudenim secara berkelanjutan," ujarnya.
Menurutnya pengelolaan deteni dan pengungsi memerlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai instansi guna menjamin stabilitas keamanan sekaligus menjaga prinsip kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas keimigrasian.
Implementasi SMART FORKOPDENSI di Rudenim Pusat Tanjungpinang diharapkan menjadi model penguatan koordinasi keamanan detensi imigrasi berbasis sinergi antarinstansi.
Selain itu, juga memperkuat tata kelola detensi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pelayanan publik.
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
