Logo Header Antaranews Kepri

Natuna utamakan bibit lokal dalam pengembangan kelapa

Jumat, 24 April 2026 16:17 WIB
Image Print
Kepala DKPP Natun Wan Syazali di Natuna pada April 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna, Kepri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna Provinsi Kepulauan Riau mengutamakan penggunaan bibit lokal dalam program hilirisasi dan pengembangan kelapa seperti yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Sazali dikonfirmasi di Natuna, Jumat, mengatakan pada 2026 Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memperoleh alokasi 2.000 hektare untuk program tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Kementan menyediakan bibit kelapa, pupuk, serta dukungan biaya operasional bagi petani untuk menanam kelapa dalam. Dari total luas itu, Natuna mendapatkan alokasi sekitar 500 hektare.

“Kami mengharapkan penggunaan bibit lokal yang telah bersertifikasi Pohon Induk Terpilih (PIT),” ucapnya.

Ia menjelaskan, Natuna memiliki petani yang telah mengembangkan bibit kelapa PIT, terutama di Kecamatan Bunguran Selatan. Penggunaan bibit lokal ini juga sejalan dengan harapan Kementan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

Penggunaan bibit lokal dinilai lebih optimal karena memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi tanah dan iklim setempat, lebih tahan terhadap hama, serta lebih efisien dari segi biaya.

Sebaliknya, bibit dari luar daerah berisiko karena proses distribusi yang panjang dan belum tentu mampu beradaptasi.

Menurut dia, program tersebut kini tinggal menunggu realisasi karena seluruh persyaratan telah dilengkapi.

“Calon petani dan calon lahan (CPCL) penerima bantuan sudah kami usulkan ke provinsi,” katanya.

CPCL yang diajukan tersebar di enam kecamatan di Pulau Bunguran Besar, dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah.

“Kami mengutamakan petani dan lahan yang mudah diakses serta memiliki komitmen, agar pengawasan dan pemantauan program dapat berjalan optimal,” ujar dia.



Pewarta :
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026