
Agnes Aditya Rahajeng jadi Puteri Indonesia 2026, sisihkan 44 finalis

Jakarta (ANTARA) - Agnes Aditya Rahajeng jadi Puteri Indonesia 2026 setelah berhasil menyisihkan 44 finalis lainnya dari seluruh penjuru Tanah Air. Mahkota Borobudur resmi disematkan kepada wakil asal Banten tersebut dalam malam puncak penobatan yang berlangsung megah di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (25/4) dini hari.
Kemenangan Agnes berkat penampilannya yang memukau dalam sesi tanya jawab di babak empat besar. Babak ini yang menjadi penentu utama penilaian dewan juri.
Ia menerima estafet kepemimpinan dari Puteri Indonesia 2025, Firsta Yufi Amarta Putri, dan akan mengemban tugas sebagai representasi perempuan Indonesia di kancah nasional maupun internasional selama satu tahun ke depan.
Ajang tahun ini mengukuhkan empat pemenang utama yang akan mengemban misi berbeda, yaitu Puteri Indonesia 2026 Agnes Aditya Rahajeng (Banten), Puteri Indonesia Lingkungan 2026: Victoria Titisari Kosasieputri (Bali), Puteri Indonesia Pariwisata 2026: Karina Moudy Widodo (DKI Jakarta 3) dan Puteri Indonesia Pendidikan 2026: Gisela Belicia Alma Thesalonica (DKI Jakarta 2)
Sebagai bentuk apresiasi, keempat pemenang utama tersebut berhak mendapatkan beasiswa pendidikan S2 dan S3 dari Universitas Indonesia.
Inovasi dan Kontribusi Perempuan
Mengusung tema "Dari Indonesia untuk Dunia: Kontribusi Perempuan dalam Inovasi dan Teknologi yang Berdampak untuk Keberlanjutan Alam serta Perdamaian Global", ajang ke-29 ini menonjolkan peran strategis perempuan di berbagai bidang.
Malam puncak semakin semarak dengan kehadiran empat ratu kecantikan dunia dari ajang Miss Supranational, Miss International, Miss Cosmo, dan Miss Charm. Penampilan musik dari Adrian Khalif dan Anggis Devaki turut memeriahkan suasana saat Agnes terpilih dari total 45 finalis yang mewakili 34 provinsi di Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Agnes Aditya Rahajeng resmi dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026
Pewarta : Pamela Sakina
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
