Logo Header Antaranews Kepri

Korban meninggal kecelakaan KRL di Bekasi bertambah, jadi 7 Orang

Selasa, 28 April 2026 08:44 WIB
Image Print
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Booby Rasyidin (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers terkait kecelakaan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) dini hari. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/sgd

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengonfirmasi jumlah korban jiwa tabrakan kereta di Bekasi Timur bertambah menjadi tujuh orang hingga Selasa (28/4) pukul 06.30 WIB. Selain korban tewas, tercatat 81 orang luka-luka dan tiga penumpang masih terperangkap di dalam rangkaian gerbong.

“Meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan yang ada masih terperangkap itu ada sekitar 3 orang yang terperangkap di dalam kereta,” kata Bobby dalam keterangannya dikutip melalui tayangan video yang diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet di Jakarta, Selasa pagi.

Proses evakuasi telah berlangsung selama delapan jam dengan tingkat kehati-hatian tinggi guna menjaga keselamatan korban yang masih terjepit. Saat ini, 12 gerbong rangkaian KA Argo Bromo Anggrek telah berhasil dipindahkan ke Stasiun Bekasi untuk menormalisasi jalur.

KAI bersama Basarnas kini tengah mempersiapkan evakuasi lokomotif sambil terus berupaya menyelamatkan tiga korban yang masih terjepit. Sementara itu, jalur hilir sudah mulai dibuka kembali meski layanan Commuter Line masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.

Bagi keluarga yang membutuhkan informasi lebih lanjut, KAI telah membuka posko tanggap darurat di lokasi kejadian. Warga juga dapat menghubungi layanan call center 121 untuk mendapatkan data valid mengenai status para korban.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KAI: Korban meninggal kecelakaan kereta di Bekasi menjadi 7 orang



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026