Logo Header Antaranews Kepri

Mendukbangga sebut daycare Little Aresha tak berizin

Selasa, 28 April 2026 14:49 WIB
Image Print
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji di Jakarta, Selasa (28/4/2026). ANTARA/Mecca Yumna (Mecca Yumna)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, daycare Little Aresha di Yogyakarta, yang diduga melakukan kekerasan pada anak-anak yang dititipkan di situ, tidak memiliki izin.

Wihaji mengatakan di Jakarta, Selasa, bahwa kejadian dugaan kekerasan tersebut menjadi sebuah pembelajaran untuk memastikan bahwa anak dititipkan ke pengasuh yang bersertifikat.

Menyusul hal tersebut, dia juga sudah menginstruksikan kedeputian terkait untuk mengecek tempat penitipan anak (daycare) binaannya, yakni Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), di seluruh Indonesia.

"Namanya TAMASYA, Taman Asuh Sayang Anak, yang dalam hal ini disebut daycare juga, di dalam binaan kita pasti jelas ukurannya syaratnya, indikatornya. Indikatornya harus jelas," katanya.

Baca juga: Kecelakaan KRL, Polisi masih identifikasi 10 kantong jenazah

Dia menjelaskan, daycare oleh Kemendukbangga harus memenuhi sejumlah ketentuan, seperti sertifikasi.

Bagi para orang tua dan wali, dia juga mengingatkan untuk selalu mencari informasi terkait sertifikasi daycare serta para pengasuhnya, sebelum menitipkan anak-anaknya.

"Saya kira itu pembelajaran yang paling penting buat masyarakat juga, jangan sembarangan juga menitipkan anaknya di daycare, tapi juga jangan takut. Kalau di binaan kita insyaallah dengan pengawasan dan pengelolaan yang kuat di kementerian kita," katanya.

Sebelumnya Daycare Little Aresha di Yogyakarta dilaporkan ke polisi terkait dugaan kekerasan dan diskriminasi terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat itu.





Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026