Logo Header Antaranews Kepri

Bupati Natuna bagikan bantuan pupuk dan pestisida ke petani Batubi

Rabu, 29 April 2026 19:15 WIB
Image Print
Proses penyerahan bantuan kepada petani di Bunguran Batubi pada Rabu (29/4/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Bupati Natuna Cen Sui Lan menyerahkan bantuan pupuk dan pestisida kepada petani di Kecamatan Bunguran Batubi, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), yang lahannya ikut terbakar oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Cen Sui Lan di Natuna, Rabu, mengatakan bantuan yang diberikan berupa pupuk sebanyak satu ton dan pestisida 100 kilogram. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Natuna juga menyalurkan bantuan uang tunai kepada petani.

Para petani itu, menurut dia, berjumlah sembilan orang, dan merupakan korban bencana kebakaran hutan dan lahan.

Penyerahan bantuan dilakukan pada Rabu pagi di lahan petani di Desa Gunung Putri. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Natuna Jarmin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna Wan Syazali, Plt Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluh (PSP) Zuriadi, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

“Bantuan uang tunai yang diberikan berasal dari anggaran bantuan tidak terduga,” ujar Cen.

Proses penyerahan bantuan kepada petani di Bunguran Batubi pada Rabu (29/4/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Ia menjelaskan bahwa dana BTT dapat digunakan untuk membantu petani karena lahan mereka terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan petani agar menjaga kebun nanas yang telah ditanam, termasuk membersihkan gulma dan bersama-sama mencegah karhutla terulang.

“Saya memahami bantuan ini belum sebanding dengan kerugian yang dialami, namun ini sebagai stimulus agar petani tetap semangat,” katanya.

Sementara itu, Kepala DKPP Wan Syazali mengatakan petani terdampak merupakan petani nanas dengan total luas lahan mencapai 3,85 hektare.

Bantuan pupuk dan pestisida kata dia, berasal dari dinasnya, hanya uang tunai yang berasal dari BTT. Besaran bantuan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Total kerugian petani diperkirakan lebih dari Rp300 juta, dihitung dari jumlah tanaman nanas yang gagal panen akibat terbakar,” katanya.



Pewarta :
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026