Logo Header Antaranews Kepri

Pemprov Kepri alokasikan anggaran Rp2,1 miliar untuk insentif para pendakwah pulau terluar

Kamis, 30 April 2026 15:36 WIB
Image Print
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kepri Sudiono saat ditemui di Tanjungpinang, pada Kamis (30/4/2026). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) telah mengalokasikan anggaran Rp2,150 miliar pada anggaran tahun 2025 untuk kebutuhan insentif 50 orang pendakwah atau dai yang telah ditempatkan di pulau-pulau terluar.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kepri Sudiono mengatakan tiap-tiap dai menerima insentif sebesar Rp4,3 juta per bulan. Program ini digagas Gubernur Kepri Ansar Ahmad sejak 2022.

"Sejak tahun 2022, pemprov telah menempatkan 50 dai di pulau-pulau terluar yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Kepri, seperti Natuna," kata Sudiono di Tanjungpinang, Kamis.

Ia menyampaikan pemprov memberdayakan pendakwah yang berasal dari wilayah setempat, jumlahnya bervariasi mulai lima sampai sembilan orang. Dia mencontohkan di Natuna, ada sembilan orang dai.

Para dai tersebut ditugaskan melakukan pembinaan keagamaan Islam, seperti mengajar mengaji, berdoa, shalat, hingga berzanji. Program ini disambut antusias masyarakat guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Pendakwah juga ditugaskan menjaga akidah masyarakat di pulau terluar, mengingat minimnya pengetahuan agama serta permasalahan ekonomi yang tidak jarang mengakibatkan warga depresi dan putus asa.

Baca juga: Pemkab Natuna pastikan hewan ternak bebas dari PMK secara alami

Program ini diharapkan mampu mendorong iman masyarakat di kawasan terpencil agar tidak goyah dalam segala situasi, terutama di tengah situasi sulit.

"Kehadiran dai di tengah-tengah masyarakat dalam mensyiarkan dakwah, menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia," ucapnya.

Selain bertugas memperkuat keimanan dan mental masyarakat, lanjut Sudiono, dai di kawasan terpencil ini juga ditugaskan mendata masjid atau mushala yang kondisinya dianggap kurang layak.

Hal ini menjadi salah satu fokus Pemprov Kepri dalam membenahi masjid di pulau-pulau terluar supaya masyarakat bisa beribadah dengan baik dan nyaman.

Di sisi lain, para dai turut diberikan pembekalan kewirausahaan sekaligus memberikan pengajaran tentang kewirausahaan pada masyarakat terluar.Dengan demikian, dai tidak hanya berdakwah namun bisa mengajak masyarakat untuk membuat usaha-usaha mikro.

"Dai turut berperan memberikan wawasan keagamaan sekaligus kebangsaan pada masyarakat pulau-pulau terluar supaya sama-sama merasa punya tanggung jawab menjaga keutuhan negara ini hingga menjaga toleransi agama," demikian Sudiono.

Baca juga: Pemkot Batam deteksi dini kanker serviks melalui tes IVA secara massal



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026