
Disdikbud Natuna masifkan sosialisasi SPMB untuk cegah kegaduhan

Natuna (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau memasifkan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 guna mencegah terulangnya kegaduhan seperti yang terjadi tahun sebelumnya.
Kepala Disdikbud Natuna, Hendra Kusuma, di Natuna, Selasa, mengatakan sosialisasi dilakukan secara masif di sekolah-sekolah agar para wali siswa dan masyarakat lebih mudah memperoleh informasi terkait pelaksanaan SPMB.
SPMB merupakan sistem penerimaan siswa berbasis dalam jaringan (daring) yang mengedepankan transparansi. Sistem ini bertujuan untuk pemerataan akses pendidikan melalui empat jalur utama, yaitu domisili (jarak administratif), afirmasi bagi keluarga kurang mampu, jalur prestasi, serta perpindahan tugas orang tua (mutasi).
“Kalau dulu sosialisasi masih kurang, tahun ini kami perkuat, baik melalui sekolah maupun melalui media seperti RRI,” ucapnya.
Ia menjelaskan, permasalahan yang terjadi pada 2025 disebabkan belum meratanya informasi yang diterima masyarakat.
Menurut dia, kendala tersebut hanya terjadi di SMP Negeri 1 Bunguran Timur. Tingginya jumlah pendaftar tidak sebanding dengan daya tampung, sehingga hanya sebagian calon siswa yang dapat diterima sesuai persyaratan.
Kondisi ini sempat menimbulkan kekecewaan dari sejumlah orang tua yang merasa anak mereka telah memenuhi syarat, sehingga memicu kegaduhan.
Tingginya minat masyarakat mendaftar ke SMP Negeri 1 Bunguran Timur tidak lepas dari anggapan bahwa sekolah tersebut merupakan salah satu SMP terbaik di wilayah itu.
“Insya Allah ke depan tidak akan terulang. Permasalahan kemarin memang terpusat di SMP 1 karena peminatnya sangat banyak,” katanya.
Pada pemberitaan 2025, Disdikbud Kabupaten Natuna menunda pendaftaran ulang penerimaan peserta didik baru menyusul aksi protes sejumlah orang tua yang anaknya tidak diterima di SMP Negeri 1 Bunguran Timur.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
