Logo Header Antaranews Kepri

Polisi: Isu penculikan anak di Lombok hoaks

Kamis, 7 Mei 2026 13:44 WIB
Image Print
Ilustrasi - informasi Hoaks yang beredar di wilayah hukum Polres Lombok Tengah Provinsi NTB. ANTARA/HO-Humas Polres Lombok Tengah.

Lombok Tengah (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan isu dugaan percobaan penculikan anak yang beredar di media sosial di Desa Batunyala Kecamatan Praya Tengah, merupakan informasi yang tidak terbukti kebenarannya atau hoaks.

Kasi Humas Polres Lombok Tengah Iptu Lalu Brata Kusnadi di Praya mengatakan informasi yang beredar bermula dari unggahan salah satu akun media sosial pada Selasa (5/5) terkait dugaan percobaan penculikan anak di Dusun Majan Desa Batunyala.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa sumber informasi berasal dari grup WhatsApp guru dan wali murid di Desa Batunyala. Klaim narasi itu kemudian menyebar luas dan memicu keresahan masyarakat.

Berdasarkan hasil penelusuran petugas kepolisian, peristiwa sebenarnya terjadi pada Senin (4/5) sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu seorang warga Kampung Penyambung bernama Ibu Ita keluar rumah untuk membeli pulsa di kios yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.

Anaknya bernama Rayanza (3) yang semula berada di rumah kemudian keluar menyusul ibunya sambil menangis.

"Melihat seorang anak kecil berjalan sendiri di jalan sambil menangis, seorang warga sekitar berupaya membantu dengan mengajak anak tersebut menyusul ibunya," katanya.

Namun karena si anak terus menangis, warga tersebut bersama beberapa masyarakat lainnya kemudian berinisiatif mengamankan balita itu di sebuah warung milik warga bernama Ibu Yani untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tidak lama kemudian, ayah korban bernama Suhaili yang baru pulang bekerja melihat anaknya sedang berada di tengah kerumunan warga. Ia kemudian langsung menggendong dan membawa anak tersebut pulang.



Pewarta :
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026