Logo Header Antaranews Kepri

China desak PM Jepang cabut ucapanya terkait Taiwan yang memicu ketegangan

Jumat, 8 Mei 2026 11:09 WIB
Image Print
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jepang Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (7/5/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Beijing (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri China tetap meminta agar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mencabut ucapannya enam bulan lalu yang memicu ketegangan antara Tiongkok-Jepang.

"Jika Jepang benar-benar berharap untuk memperbaiki hubungan dengan China, mereka harus mematuhi empat dokumen politik antara kedua negara dan komitmen yang telah mereka buat kepada China, menarik kembali pernyataan keliru dan melindungi fondasi politik untuk hubungan bilateral dengan tindakan nyata," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jepang Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (7/5).

Hubungan China-Jepang sudah tegang sejak 7 November 2025 saat Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan penggunaan kekuatan militer China terhadap Taiwan, dapat "menimbulkan situasi yang mengancam kelangsungan hidup bagi Jepang" masih menimbulkan ketegangan dalam hubungan China-Jepang.

Pernyataan itu dipahami bahwa pemerintah Jepang mengizinkan Pasukan Bela Diri bertindak untuk mendukung Taiwan jika China memberlakukan blokade maritim terhadap Taiwan atau melakukan bentuk tekanan lainnya.

Baca juga: Iran desak Dewan Keamanan PBB tolak draf resolusi terkait Selat Hormuz usulan AS

"Akar penyebab kesulitan serius dalam hubungan bilateral terletak pada pernyataan keliru PM Sanae Takaichi tentang Taiwan. Tanggung jawab sepenuhnya berada di pihak Jepang," tambah Lin Jian.

Lin Jian pun menyebut dialog yang tulus hanya mungkin terjadi jika ada rasa hormat dan konsensus dihormati.

"Kami mendesak pihak berwenang Jepang untuk menghadapi akar permasalahan, melakukan introspeksi diri, memperbaiki kesalahan mereka, dan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk hubungan normal antara China dan Jepang," ungkap Lin Jian.

Ketegangan karena pernyataan PM Takaichi tersebut menyebabkan China melakukan sejumlah tindakan balasan antara lain dengan menangguhkan kembali impor produk laut Jepang, memutus pertemuan pejabat tinggi pemerintah, serta menyarankan warganya untuk tidak bepergian serta belajar di Jepang.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Enam bulan ketegangan, Beijing tetap minta PM Takaichi tarik ucapan



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026