
Trump pertimbangkan untuk lanjutkan aksi militer di Timur Tengah
Moskow (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mempertimbangkan secara serius untuk melanjutkan aksi militer di Timur Tengah, lapor CNN dengan mengutip para ajudan presiden, yang dikutip RIA Novosti pada Selasa.
Sebelumnya, setelah percakapan dengan Trump, Fox News melaporkan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan Operation Project Freedom guna memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz, dengan peran militer yang diperluas.
Trump semakin frustrasi terhadap sikap Iran dalam negosiasi untuk menyelesaikan konflik, dan kini lebih serius mempertimbangkan dimulainya kembali operasi militer skala besar dibanding beberapa pekan terakhir, menurut laporan CNN.
Sumber-sumber mengatakan bahwa Trump mulai kehilangan kesabaran karena Selat Hormuz masih ditutup. Ia juga meyakini adanya perpecahan di dalam kepemimpinan Iran yang menghambat tercapainya konsesi besar terkait isu nuklir.
Menurut sumber tersebut, kini terdapat beberapa kelompok di dalam pemerintahan AS. Sebagian mendukung pendekatan keras dengan mengusulkan pengeboman terarah secara berkelanjutan terhadap Iran untuk melemahkan posisi Teheran, sementara kelompok lain tetap mendorong cara diplomatik untuk menyelesaikan konflik.
Posisi Pakistan sebagai mediator dalam perundingan AS-Iran juga disebut menjadi isu tersendiri bagi Washington.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Trump pertimbangkan serius melanjutkan permusuhan di Timur Tengah
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026