
Zionis Israel terus menggempur Jalur Gaza

Gaza (ANTARA) - Pasukan pendudukan Israel terus melakukan serangan dan pelanggaran gencatan senjata pada sejumlah wilayah di Jalur Gaza dalam beberapa jam terakhir.
Mereka melancarkan penembakan artileri dan tembakan senjata berat yang menargetkan wilayah-wilayah di bagian timur dan selatan Jalur Gaza.
Sumber lokal melaporkan bahwa artileri Israel menghantam wilayah timur dan selatan Khan Younis, sementara kendaraan militer Israel yang ditempatkan di dekat perbatasan timur dan selatan kota melepaskan tembakan bertubi-tubi.
Wilayah timur kamp pengungsi Al-Bureij juga menjadi sasaran bombardir artileri Israel yang intens serta mengakibatkan warga ketakutan dan panik.
Sementara itu, di wilayah Gaza City, kapal-kapal angkatan laut Israel melepaskan tembakan ke arah garis pantai kota, meski tidak ada laporan langsung mengenai korban luka.
Sumber: WAFA-OANA
Sementara itu, dalam pemberitaan lain disebutkan Para menteri luar negeri (menlu) negara-negara anggota BRICS mendesak gencatan senjata segera dan tanpa syarat di Jalur Gaza, serta penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Palestina, demikian pernyataan bersama yang dikeluarkan usai pertemuan setingkat menlu di New Delhi, India, Jumat.
"Mereka (para menteri BRICS) mendesak para pihak untuk memiliki itikad baik dalam negosiasi lebih lanjut guna mencapai gencatan senjata segera, permanen, dan tanpa syarat, serta penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza dan semua bagian lain dari wilayah Palestina yang diduduki," bunyi pernyataan tersebut.
Para menteri itu juga menyerukan pembebasan terhadap semua sandera dan penyediaan akses berkelanjutan dan tanpa hambatan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan.
Sejak dimulainya konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023, lebih dari 70.000 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 170.000 terluka. Otoritas Israel melaporkan setidaknya 1.200 warga Yahudi tewas dalam perang tersebut.
Perkiraan regional dan internasional menunjukkan bahwa pembangunan kembali wilayah kantong yang hampir hancur total itu akan memakan waktu sekitar 10 tahun dan memerlukan dana sekitar 70 miliar dolar AS (sekitar Rp1,2 kuadriliun).
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Zionis Israel terus gempur Jalur Gaza
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
