Logo Header Antaranews Kepri

Akibat dolar naik, sejumlah produsen mobil ungkap kemungkinan harga naik

Selasa, 19 Mei 2026 16:37 WIB
Image Print
Mobil listrik Chery Q yang dipamerkan pada acara pengenalannya di Jakarta, Senin (18/5/2026). (ANTARA/Pamela Sakina)

Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif Chery tengah mengkaji kemungkinan penyesuaian harga kendaraan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang berpotensi berdampak pada kenaikan berbagai biaya operasional hingga produksi.

Ditemui di Jakarta Senin (18/5) malam, Country Director Chery Sales Indonesia (CSI) Zeng Shuo menyebut pihaknya masih melakukan perhitungan terkait potensi dampak kenaikan biaya terhadap harga jual kendaraan.

“Kita juga lagi lihat karena sekarang salah satu alasannya semua biaya lagi naik jadi ada faktor itu juga. Kita lagi coba kalkulasi, tapi kalau biaya tetap naik ada kemungkinan harganya naik juga,” ujar Zeng.

Baca juga: Rupiah sentuh Rp17.728 per dolar AS

Sementara itu, BYD mengungkap telah mengkaji berbagai kemungkinan dampak yang terjadi akibat kondisi ekonomi yang tengah terjadi.

"Kita telah memikirkan kondisi-kondisi ini melalui studi komprehensif dan sampai saat ini kami masih tetap positif dan percaya diri dengan strategi yang kami miliki, baik secara produk, harga, juga promosi-promosi yang kami akan lakukan. Kalau ditanya potensi (kenaikan harga) mungkin saja, tapi saat ini tidak dalam strategi jangka pendek kami," kata Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah PT BYD Motors Indonesia Luther Panjaitan.

Luther menilai dinamika ekonomi saat ini perlu menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar naik, sejumlah produsen mobil ungkap kemungkinan kenaikan harga



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026