
Kemenag Natuna nilai kerukunan umat beragama permudah daerah berkembang

Natuna (ANTARA) - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Subadi menilai kerukunan umat beragama menjadi salah satu faktor penting yang mempermudah suatu daerah berkembang.
"Tanpa kerukunan nonsen (tidak masuk akal) kita akan berbuat," ucapnya di Natuna, Jumat, saat memberikan sambutan pada Pengukuhan Pengurus FKUB.
Ia menjelaskan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berperan penting dalam mewujudkan kerukunan umat beragama. Hal demikian tentunya perlu dukungan dari Forum Pemuda Lintas Agama Natuna yang juga baru dikukuhkan.
Kehidupan masyarakat yang rukun dinilai dapat menciptakan suasana aman dan nyaman, sehingga mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Subadi mengatakan kondisi masyarakat yang harmonis juga memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi, pendidikan, hingga investasi, karena masyarakat dapat hidup berdampingan tanpa adanya konflik sosial berlatar belakang agama.
Baca juga: Pemkab Natuna rampungkan penyaluran logistik bencana ke pulau-pulau
“Kami berharap adik-adik di forum menjadi pelopor dalam menularkan kebaikan dan memberikan pemahaman tentang pentingnya kerukunan. Jangan malah berbalik menjadi provokator," ujar dia.
Menurut Subadi, pemuda yang tergabung dalam forum lintas agama merupakan generasi yang perlu dirangkul dan dibina untuk didorong menjadi agen perubahan, baik dalam membangun pola pikir positif di kalangan teman sebaya maupun masyarakat di lingkungan sekitar.
Ia meyakini perkembangan teknologi saat ini memudahkan para pemuda untuk menyebarluaskan pesan tentang pentingnya menjaga kerukunan umat beragama.
“Kami tahu hampir semua kalangan menggunakan telepon pintar. Karena itu kami berharap para pemuda dapat memanfaatkannya dengan baik,” ujar Kepala Kantor Kemenag Natuna Subadi.
Baca juga: Diskum Batam beri layanan NIB untuk 100 pelaku usaha mikro di pulau penyangga
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
