Logo Header Antaranews Kepri

Kepri perkuat pariwisata lintas batas pada rakornas Kemenpar RI

Jumat, 22 Mei 2026 19:44 WIB
Image Print
Wisatawan melintasi terminal internasional Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Kepri pada awal 2026. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengusung strategi penguatan cross border tourism atau pariwisata lintas batas pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.

Kepri memiliki keunggulan geografis yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, sekaligus menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, melalui jalur feri internasional maupun penerbangan internasional.

"Kondisi ini menjadikan Kepri sebagai salah satu destinasi utama cross border tourism nasional," kata Wakil Gubernur (Wagub) Kepri Nyanyang Haris Pratamura di Tanjungpinang, Jumat.

Nyanyang juga memaparkan tren kunjungan wisman ke Kepri terus mengalami pertumbuhan positif. Pada Maret 2026 jumlah kunjungan wisman mencapai 151.736 kunjungan, sedangkan total kunjungan periode Januari-Maret 2026 mencapai 479.225 kunjungan, atau tumbuh 17,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut dia, Singapura, Malaysia, Tiongkok dan India masih menjadi empat negara penyumbang wisatawan terbesar bagi Kepri.

Wagub juga menyoroti pentingnya transformasi pola pengembangan pariwisata Kepri agar tidak hanya menjadi daerah transit wisatawan.

Menurut dia, Kepri harus terus bergerak menjadi destinasi utama dengan memperkuat wisata bahari, event internasional, sport tourism, budaya Melayu, hingga pengembangan pengalaman wisata berkualitas yang mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan dan nilai belanja wisatawan di daerah.

Lebih lanjut ia mengatakan Pemprov Kepri turut mendorong penguatan konektivitas lintas negara, pemberian insentif pariwisata, pengembangan paket wisata terintegrasi, hingga dukungan kebijakan bebas visa kunjungan bagi pasar potensial wisatawan internasional.

"Kami optimistis, strategi ini mampu memperkuat daya saing Kepri sebagai destinasi pariwisata bahari kelas dunia," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Hasan menyampaikan Kepri memiliki potensi besar untuk terus tumbuh sebagai pusat cross border tourism Indonesia, karena didukung posisi strategis, konektivitas internasional, serta kekayaan wisata bahari dan budaya Melayu yang khas.

"Kepri memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi unggulan nasional berbasis wisata bahari dan lintas batas," ujar Kadispar Kepri.

Hasan berharap melalui Rakornis Kemenpar 2026, sinergi pusat dan daerah semakin kuat sehingga pengembangan pariwisata Kepri dapat berjalan lebih optimal, inklusif, dan berkelanjutan.

Ia pun menegaskan Pemprov Kepri terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi promosi dan pengembangan destinasi guna meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan serta memperkuat dampak ekonomi pariwisata bagi masyarakat.

Rakornas Pariwisata Tahun 2026 diikuti oleh berbagai unsur strategis, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota, asosiasi pariwisata, akademisi, industri pariwisata, pengamat pariwisata, media hingga masyarakat.

Forum tersebut digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, 20-21 Mei 2026, yang diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan strategis dan komitmen bersama dalam memperkuat transformasi pariwisata Indonesia tangguh menghadapi tantangan global sekaligus menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.



Pewarta :
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026