Logo Header Antaranews Kepri

Panitia pelaksana jadwal ulang Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo Championship 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 20:58 WIB
Image Print
Juru Bicara Panitia Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo Championship 2026 Daniel​​​​​​​. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Tanjungpinang (ANTARA) - Panitia penyelenggara terpaksa menjadwal ulang Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo Championship, dari yang semula dilaksanakan pada 14-16 Mei 2026, menjadi 4-7 September 2026 dengan pertimbangan logis.

"Perubahan jadwal semata-mata agar kejuaraan ini terlaksana secara maksimal dengan target jumlah peserta yang berasal banyak dari seluruh provinsi dan negara tetangga," kata Juru Bicara Panitia Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo Championship 2026 Daniel dalam pers rilis di Tanjungpinang, Sabtu.

Adapun alasan jadwal ulang penyelenggaraan Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo Championship, yaitu panitia mengundang klub dari sedikitnya enam negara, yang sebagian besar negara tetangga yakni Malaysia, Siangapura, Filipina, Thailand, Brunei Darusalam dan Korea Selatan. Namun, hanya klub dari Malaysia yang menyatakan secara lisan akan mengirim sejumlah atletnya mengikuti kejuaraan tersebut.

Kemudian, dari klub di seluruh provinsi yang diundang untuk mengirim pesertanya dalam pertandingan tersebut, sebanyak 52 klub, namun hingga 4 Mei 2026 hanya atlet-atlet dari 4 klub yang memenuhi syarat administrasi untuk menjadi peserta kejuaraan itu. Banyak klub yang tidak mengisi daftar jumlah peserta yang ikut dalam kejuaraan itu.

Selanjutnya, Kejuaraan Batam International Taekwondo Championship 2026 pada 14- 16 Mei 2026 menurut sejumlah pelatih klub berbenturan dengan jadwal ujian sekolah sehingga banyak peserta yang mengundurkan diri.

Lalu, harga tiket pesawat dari sejumlah provinsi sedang tinggi sehingga atlet merasa keberatan untuk mengikuti kejuaraan itu, meskipun ingin sekali mengikuti kejuaraan bergengsi tersebut.

"Ini yang menyebabkan banyak peserta mengundurkan diri," ujarnya.

Daniel yang sehari-hari berprofesi sebagai pengacara itu mengemukakan bahwa jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan itu yakni pada 11 Maret 2026, panitia membuat grup WhatsApp untuk
memudahkan sosialisasi dan koordinasi dengan peserta kejuaraan.

Atlet yang tertarik menjadi peserta kejuaraan itu di awal pendaftaran pun dapat menyampaikannya di grup tersebut, kemudian peserta diarahkan untuk mengisi sejumlah administrasi secara daring dan pembayaran uang pendaftaran sebagai syarat sebagai peserta.

"Grup ini memudahkan kami untuk berkoordinasi dan mengetahui berapa jumlah peserta hingga masa penutupan pendaftaran," kata Daniel.

Namun hingga H-9 kejuaraan, lanjut dia, hanya empat klub yang sudah melakukan pendaftaran dan pembayaran. Mempertimbangkan kondisi itu, panitia menggelar rapat secara daring pada 4 Mei 2026 internal, yang diikuti sejumlah pengurus Pengprov TI Kepri, Pengkot TI Batam serta Bimpres PBTI.

Berdasarkan hasil rapat tersebut, ditetapkan jadwal ulang pelaksanaan kejuaraan tersebut. Panitia menetapkan pelaksanaan kejuaraan pada 4-7 September 2026.

"Kami mohon maaf perubahan jadwal ini yang menyebabkan ketidaknyamanan sejumlah pihak. Perubahan jadwal ini pada prinsipnya agar kejuaraan skala internasional ini diikuti oleh sebagian besar negara tetangga dan atlet dari klub di seluruh Indonesia," ujarnya.

Di sisi lain, menurut dia panitia penyelenggara kejuaraan menyadari bahwa akibat penjadwalan ulang kejuaraan Batam International Taekwondo Championship 2026 itu, muncul konsekwensi yang menjadi perhatian panitia, seperti pengembalian uang pendaftaran dan lainnya.

Pengembalian Uang Pendaftaran

Panitia telah mengembalikan uang pendaftaran kepada peserta yang sudah terlanjur mendaftar. Panitia juga memperhatikan sejumlah peserta yang telah memesan tiket kapal dan membayar uang tanda jadi untuk menyewa kamar hotel.

Pada prinsipnya, kata Daniel, panitia mengembalikan uang tersebut sesuai dengan nilai uang yang telah dikeluarkan oleh peserta.

"Misalkan sudah terlanjur membeli tiket kapal atau sewa kamar hotel, dan tidak dapat dikembalikan, maka kami mengembalikan utuh. Namun kalau dapat 'refund' 50 persen, tentu kami memberi 50 persen sisanya sehingga peserta tidak mengalami kerugian," ucapnya.

Daniel menegaskan kembali bahwa panitia tidak diuntungkan akibat jadwal ulang penyelenggaraan kejuaraan, justru sebaliknya mengalami kerugian materil. Bahkan ada pihak-pihak tertentu yang mendiskreditkan panitia melalui pemberitaan dan lain sebagainya sehingga psikis panitia terganggu.

Panitia tidak dalam posisi ingin berbalas pantun, meski dalam posisi terpojok akibat pemberitaan yang tidak tepat dan tidak berimbang.

Namun panitia optimistis seluruh klub di bawah naungan pengurus kabupaten dan kota, pengurus provinsi dan PBTI mendukung jadwal ulang kejuaraan ini karena alasan logis yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Sekali lagi kami sampaikan kejuaraan ini jika terlaksana menjadi sejarah penting bagi taekwondo di Indonesia sehingga didukung oleh PBTI. Tidak ada sama sekali niat kami untuk menjadwal ulang kejuaraan ini, kecuali kondisi yang memaksanya," ujar Daniel.

Ia menegaskan pada prinsipnya panitia sudah matang menyelenggarakan kejuaraan tersebut sesuai jadwal yang telah ditetapkan, namun jumlah peserta yang minim menyebabkan jadwal ulang kejuaraan itu setelah mendengar aspirasi dari sejumlah klub, dan hasil dari koordinasi dengan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).



Pewarta :
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026