Logo Header Antaranews Kepri

Ratusan ribu Bobotoh padati Bandung rayakan kemenangan Persib

Minggu, 24 Mei 2026 14:38 WIB
Image Print
Massa Bobotoh melakukan pawai merayakan keberhasilan Persib Bandung menjuarai Super League 2025/2026 di ruas jalan Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026). ANTARA/Ilham Nugraha.

Bandung (ANTARA) - Ratusan ribu Bobotoh memadati sejumlah titik keramaian di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu, untuk merayakan keberhasilan Persib Bandung menjuarai Super League 2025/2026 yang sekaligus menjadi triruntun gelar kasta tertinggi sepak bola Indonesia tiga tahun berturut-turut.

Massa pendukung Persib mulai bergerak dari Gedung Sate menuju Gedung Merdeka Kota Bandung satu hari setelah laga pamungkas melawan Persijap Jepara yang berakhir imbang 0-0 tetapi cukup untuk mengunci gelar juara.

Kepadatan massa terlihat di sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Banda, Merdeka, Jalan Asia Afrika, Alun-alun Bandung, Jalan Braga, Dago bawah, hingga kawasan Flyover Pasupati yang dipenuhi konvoi kendaraan dan lautan Bobotoh beratribut biru.

Suasana pesta juara berlangsung meriah dengan nyanyian dukungan, kibaran bendera Persib, hingga suar yang menyala di beberapa titik keramaian.

Arus lalu lintas di pusat kota pun sempat tersendat akibat tingginya antusiasme warga yang ikut merayakan keberhasilan Maung Bandung.

Salah seorang Bobotoh asal Bandung, Whisnu (32), mengaku sengaja datang bersama rekannya sejak siang hari untuk mengikuti euforia pesta juara Persib dari GBLA hingga pusat kota.

“Persib juara pokoknya harus dirayakan. Tiga kali berturut-turut ini luar biasa buat Bobotoh,” katanya di Bandung, Minggu.

Ia berharap keberhasilan Persib di kompetisi domestik dapat berlanjut hingga level Asia pada musim mendatang.

“Mudah-mudahan tahun depan Persib bisa bersinar di Asia. Persib harus jadi naga di Asia,” katanya.

Petugas gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik keramaian agar perayaan tetap berjalan kondusif.

Persib menutup Super League 2025/2026 dengan koleksi 79 poin, sama banyaknya dengan Borneo FC tetapi berhak berada di puncak klasemen dan menjadi juara berkat catatan head-to-head.

Sementara itu, Manajemen Persib Bandung menyampaikan apresiasi kepada tim-tim pesaing seperti Borneo FC dan Persija Jakarta atas andil mereka menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat dan berkualitas sepanjang Super League 2025/2026.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyebut ketatnya persaingan antartim sepanjang musim 2025/2026 turut andil dalam keberhasilan timnya membukukan triruntun gelar juara liga.

“Terima kasih kepada Borneo, Persija, dan seluruh tim lain yang telah menciptakan atmosfer kompetisi yang luar biasa. Liga Indonesia menunjukkan diri sebagai liga yang kompetitif,” ujarnya di Gedung Sate Bandung, Minggu.

Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama keberhasilan Persib dalam menjaga performa di tengah persaingan ketat papan atas liga.

Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh elemen klub.

“Semua komponen mendukung, mulai dari pemain, pelatih, manajemen, Bobotoh, hingga berbagai pihak yang ikut menjaga stabilitas tim sepanjang musim,” katanya.

Adhitia juga menyoroti momen penentuan gelar juara yang terjadi setelah laga imbang kontra Persijap Jepara, yang memastikan Persib kembali mengunci posisi puncak klasemen.

Ia menambahkan, musim ini menjadi salah satu yang paling menantang, namun tetap berjalan dalam koridor persaingan yang sportif dan profesional.

“Tahun ini, sejarah baru, hattrick, dan menjadi tim pertama yang lima bintang, Alhamdulillah,” ujar Adhitia dalam rangkaian perayaan juara di Bandung.

Persib menutup musim dengan perayaan besar di Kota Bandung yang diiringi pawai juara, diikuti ribuan Bobotoh dari berbagai daerah.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ratusan ribu Bobotoh padati Bandung rayakan triruntun gelar Persib



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026