
Rutan Tanjungpinang sembelih 22 ekor hewan kurban

Tanjungpinang (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyembelih 22 ekor hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, terdiri dari 10 ekor sapi dan 12 ekor kambing.
Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang Alanta Imanuel Ketaren mengatakan hewan kurban tersebut berasal dari sumbangan internal rutan, lalu pemerintah daerah, mitra kerja perbankan, swasta hingga sumbangan dari keluarga warga binaan.
"Kegiatan kurban bukan hanya bentuk pelaksanaan ibadah semata, namun juga menjadi sarana pembinaan keagamaan dan sosial bagi warga binaan," kata Alanta di Rutan Tanjungpinang, Rabu.
Proses penyembelihan hewan kurban dilakukan oleh panitia kurban dengan melibatkan warga binaan Rutan yang memiliki keterampilan di bidang penyembelihan dan pengolahan daging, dan tentunya di bawah pengawasan petugas.
Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian dan pembentukan karakter positif.
Setelah proses penyembelihan selesai, daging kurban ditimbang, dikemas, dan didistribusikan secara merata kepada penerima manfaat.
Alanta menyebutkan momentum Idul Adha ini menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian, serta kebersamaan kepada seluruh warga binaan Rutan Tanjungpinang.
"Melalui kegiatan kurban, kami ingin membangun semangat berbagi dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan rutan," ujarnya.
Alanta menambahkan daging kurban didistribusikan kepada sejumlah lembaga sosial, seperti panti asuhan, masjid/surau serta masyarakat sekitar Rutan Kelas I Tanjungpinang.
Dalam pelaksanaannya, pihak rutan berkoordinasi bersama perangkat RT/RW setempat untuk membagikan kupon, khususnya kepada warga di Kelurahan Tanjungpinang Barat.
Warga yang telah menerima kupon mendatangi Rutan Tanjungpinang secara tertib untuk mengambil daging kurban yang telah disiapkan panitia.
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
