Logo Header Antaranews Kepri

PSG vs Arsenal di Final UCL: Duel Akbar Pembuktian Raja Eropa

Sabtu, 30 Mei 2026 06:31 WIB
Image Print
Liga Champions. (uefa.com)

Jakarta (ANTARA) - Partai puncak kompetisi antarklub paling bergengsi di Benua Biru, UEFA Champions League musim 2025/2026, akan mempertemukan raksasa Prancis Paris Saint-Germain (PSG) kontra wakil Inggris Arsenal. Laga sarat gengsi ini bakal dihelat di Stadion Puskas Arena, Budapest, Hongaria, pada Sabtu (30/5) pukul 23.00 WIB.

Menjelang duel akbar ini, PSG mengusung ambisi besar untuk mencatatkan sejarah baru dengan mempertahankan takhta sekaligus meraih gelar Liga Champions secara beruntun setelah sukses keluar sebagai kampiun pada musim lalu. Di seberang kubu, Arsenal bertekad kuat mengakhiri penantian panjang sejarah klub untuk menahbiskan diri sebagai raja Eropa. Sejauh ini, prestasi terbaik tim berjuluk The Gunners tersebut di kompetisi ini hanyalah menjadi runner-up pada edisi musim 2005/2006 silam.

Perjalanan Berliku Sang Juara Bertahan

Langkah PSG untuk kembali memijak babak final musim ini terbilang tidak mulus. Berstatus sebagai juara bertahan, skuad asuhan Luis Enrique sempat terseok-seok dan kesulitan menemukan konsistensi di fase liga. Mereka menyudahi fase tersebut di peringkat ke-11 klasemen dengan koleksi 14 poin (4 menang, 2 imbang, 2 kalah).

Setelah melewati laga pembuka yang meyakinkan seperti menekuk Atalanta 4-0, Barcelona 2-1, dan membantai Bayer Leverkusen 7-2, performa Les Parisiens sempat goyah akibat takluk 1-2 dari Bayern Muenchen. Meski sempat bangkit menghajar Tottenham Hotspur 5-3, PSG ditahan imbang oleh Athletic Club, kalah 1-2 dari Sporting CP, dan seri 1-1 kontra Newcastle United.

Akibatnya, mereka harus melalui babak play-off 16 besar melawan sesama klub Prancis, AS Monaco, dan lolos dramatis dengan agregat tipis 5-4. Mental juara PSG baru benar-benar teruji di fase gugur selanjutnya. Mereka menggilas Chelsea dengan agregat telak 8-2 di babak 16 besar, mendepak Liverpool dengan agregat 4-0 di perempat final berkat performa apik Ousmane Dembele, serta menumbangkan Bayern Muenchen via agregat ketat 6-5 di babak semifinal.

Laju Sempurna Arsenal Menuju

Berbeda terbalik dengan PSG, armada racikan Mikel Arteta melenggang ke partai final dengan rekam jejak yang nyaris sempurna tanpa hambatan berarti. Pada fase liga, Arsenal tampil perkasa dengan menyapu bersih delapan pertandingan lewat raihan 24 poin penuh untuk finis di puncak klasemen. Tim-tim besar seperti Atletico Madrid, Bayern Muenchen, hingga Inter Milan menjadi korban keganasan Bukayo Saka dan kawan-kawan.

Keuntungan finis di puncak membuat Arsenal langsung mengunci tiket babak 16 besar. Di fase tersebut, mereka menyingkirkan Bayer Leverkusen dengan agregat 3-1. Tren positif berlanjut di babak perempat final saat The Gunners meredam perlawanan Sporting CP dengan keunggulan agregat tipis 1-0.

Pada babak semifinal, Arsenal kembali dipertemukan dengan Atletico Madrid. Walaupun mendapatkan perlawanan yang jauh lebih sengit dibanding putaran sebelumnya, sebuah gol tunggal dari Bukayo Saka di Emirates Stadium menjadi pembeda kunci yang membawa Arsenal melaju ke Budapest dengan kemenangan agregat meyakinkan 4-0. Kini, Arsenal hanya berjarak satu kemenangan lagi dari trofi Si Kuping Besar pertama sepanjang sejarah klub.

Kawinkan gelar Liga Champions dengan liga domestik

Final malam nanti juga menjadi panggung pembuktian bagi kedua tim untuk mengawinkan trofi Eropa dengan gelar liga domestik masing-masing. PSG telah lebih dulu mengunci gelar juara Liga Prancis (Ligue 1) musim ini dengan raihan 76 poin dari 34 laga di atas Lens. Walau gagal meraih treble winners karena gugur di Piala Prancis, mempertahankan mahkota Liga Champions akan membuat musim mereka tetap istimewa.

Sementara itu, Arsenal menantang PSG dengan modal kepercayaan diri yang membubung tinggi. Skuad London Utara baru saja menyudahi dahaga juara selama 22 tahun dengan merengkuh trofi Liga Inggris (Premier League) musim ini lewat koleksi 85 poin dari 38 laga. Setelah tiga musim beruntun harus puas menjadi bayang-bayang Manchester City, Arteta akhirnya sukses meruntuhkan dominasi rivalnya tersebut. Jika berhasil menumbangkan PSG, gelar ganda ini akan menjadi pembuktian sahih atas proyek jangka panjang enam tahun manajemen klub bersama Arteta.

Rekor pertemuan

Secara statistik di kompetisi Eropa, PSG sedikit lebih superior atas Arsenal. Dari lima pertemuan terakhir di Liga Champions, klub asal Paris itu mengemas dua kemenangan, sedangkan Arsenal hanya menang satu kali, dan dua laga sisanya berakhir sama kuat. Bahkan, PSG sukses memenangi dua duel paling pamungkas saat menyingkirkan Arsenal di babak semifinal musim 2024/2025 lalu.

Lima pertemuan terakhir PSG dan Arsenal di Liga Champions:

- 8 Mei 2025: PSG 2-1 Arsenal

- 30 April 2025: Arsenal 0-1 PSG

- 2 Oktober 2024: Arsenal 2-0 PSG

- 23 November 2016: Arsenal 2-2 PSG

- 13 September 2016: PSG 1-1 Arsenal

Prediksi susunan pemain:

PSG (4-3-3):

Safonov; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Nuno Mendes; Warren Zaire-Emery, Vitinha, Joao Neves; Desire Doue, Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia.

Pelatih: Luis Enrique (Spanyol).

Arsenal (4-2-3-1):

David Raya; Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Riccardo Calafiori; Declan Rice, Myles Lewis-Skelly; Bukayo Saka, Martin Odegaard, Leandro Trossard; Kai Havertz.

Pelatih: Mikel Arteta (Spanyol).



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pratinjau final Liga Champions PSG vs Arsenal: penentuan raja Eropa



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026