Logo Header Antaranews Kepri

Tekuk Arsenal lewat penalti, PSG juara back-to-back Liga Champions

Minggu, 31 Mei 2026 05:54 WIB
Image Print
K (UEFA.com)

Jakarta (ANTARA) - Paris Saint-Germain (PSG) mengukir sejarah emas di panggung sepak bola Eropa setelah berhasil merengkuh gelar juara Liga Champions (UEFA Champions League) musim 2025/2026. Keberhasilan ini sekaligus mempertahankan mahkota juara yang mereka raih pada musim lalu (back-to-back).

Dalam laga final dramatis yang digelar di Stadion Puskas Arena, Budapest, Hongaria, pada Minggu (31/5) dini hari WIB, Les Parisiens sukses menundukkan sang debutan final, Arsenal, melalui babak adu penalti dengan skor 4-3, setelah bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit.

Jalannya Pertandingan

Arsenal mengejutkan sang juara bertahan lewat gol kilat saat laga baru berjalan lima menit. Berawal dari kesalahan sapuan kapten PSG, Marquinhos, yang membentur tubuh Leandro Trossard, bola liar langsung disambar oleh Kai Havertz. Penyerang asal Jerman itu melakukan aksi individu menusuk ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang gagal dibendung kiper Matvey Safonov. Skor 1-0 untuk Arsenal.

Tertinggal satu gol, armada Luis Enrique langsung mengambil alih dominasi permainan. Fabian Ruiz mendapatkan peluang emas pada menit ke-13 setelah menerima umpan matang dari Desire Doue, namun sepakannya masih melenceng tipis dari sasaran.

The Gunners nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-26 melalui skema umpan silang Bukayo Saka yang mengarah tajam kepada Trossard. Beruntung bagi PSG, Safonov tampil sigap keluar dari sarangnya untuk memotong aliran bola.

Menjelang akhir babak pertama, PSG terus menggempur pertahanan Arsenal secara sporadis. Ousmane Dembele melepaskan tembakan roket pada menit ke-37, tetapi berhasil diblok dengan tangguh oleh Gabriel Magalhaes. Rangkaian percobaan dari Desire Doue serta Fabian Ruiz di sisa waktu juga gagal menembus tembok kokoh David Raya. Skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal bertahan hingga jeda.

Memasuki paruh kedua, PSG tampil semakin agresif mengurung lini belakang Arsenal. Achraf Hakimi sempat menebar ancaman lewat eksekusi tendangan bebas terukur pada menit ke-55, namun bola masih mampu dimentahkan dengan gemilang oleh David Raya.

Momentum kebangkitan raksasa Prancis akhirnya lahir pada menit ke-62. Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan oleh Cristhian Mosquera di dalam kotak terlarang saat hendak menyambut umpan silang Dembele. Setelah melakukan peninjauan ulang via Video Assistant Referee (VAR), wasit resmi menunjuk titik putih untuk PSG.

Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Pemenang trofi Ballon d'Or 2025 tersebut melepaskan tembakan mendatar ke sudut kiri bawah gawang yang gagal dibaca oleh David Raya pada menit ke-64. Skor berubah imbang menjadi 1-1.

Gol penyeimbang tersebut mendongkrak kepercayaan diri anak-anak Paris. Vitinha mencoba peruntungan lewat sepakan jarak jauh pada menit ke-73, sementara Kvaratskhelia nyaris membawa PSG berbalik unggul pada menit ke-77 andai saja bola tembakannya tidak membentur tiang gawang.

Mikel Arteta merespons tekanan tersebut dengan memasukkan tenaga baru seperti Jurrien Timber, Viktor Gyokeres, Gabriel Martinelli, hingga Noni Madueke. Kendati demikian, jual-beli serangan yang terjadi di sisa waktu normal gagal membuahkan gol tambahan. Laga pun terpaksa dilanjutkan ke babak tambahan (extra time).

Sepanjang babak tambahan, intensitas pertandingan tetap berjalan ketat dengan peluang yang relatif terbatas. David Raya di bawah mistar Arsenal beberapa kali melakukan penyelamatan krusial meredam agresi lini depan PSG. Di sisi lain, Arsenal hampir mengunci kemenangan dramatis lewat tembakan spekulasi Jurrien Timber dari sudut sempit, namun bola masih menyamping dari gawang Safonov.

Karena papan skor tetap kuat 1-1 hingga menit ke-120, penentuan takhta tertinggi Raja Eropa harus diselesaikan melalui babak adu penalti.

Dalam babak adu penalti, mentalitas juara PSG terbukti tampil lebih tenang dan dingin. Empat eksekutor mereka, yakni Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna, sementara hanya Nuno Mendes yang gagal menjaringkan bola.

Sementara di kubu Arsenal, dari lima penendang, hanya Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli yang berhasil mencetak gol. Dua eksekutor lainnya, Eberechi Eze dan bek tengah Gabriel Magalhaes, gagal mengarahkan bola ke gawang. Kegagalan Gabriel sebagai penendang pamungkas memastikan kemenangan adu penalti 4-3 untuk PSG, sekaligus mengunci gelar juara Liga Champions secara beruntun bagi klub asal Paris tersebut.

Susunan pemain
PSG (4-3-3):
Matvey Safonov; Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes; Fabian Ruiz, Vitinha, Joao Neves; Desire Doue, Ousmane Dembele (Goncalo Ramos 90'), Khvicha Kvaratskhelia (Bradley Barcola 83')

Arsenal (4-3-3): David Raya; Cristhian Mosquera (Jurrien Timber 66'), William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; Martin Odegaard (Viktor Gyokeres 66'), Declan Rice, Myles Lewis-Skelly (Martin Zubimendi 91'); Bukayo Saka (Noni Madueke 83'), Kai Havertz (Eberechi Eze 91'), Leandro Trossard (Gabriel Martinelli 83')



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PSG juarai lagi Liga Champions setelah tekuk Arsenal via adu penalti



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026