Logo Header Antaranews Kepri

Gatot Nurmantyo hingga Dudung kenang Ryamizard Ryacudu sebagai prajurit sejati dan visioner

Senin, 1 Juni 2026 06:15 WIB
Image Print
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo di rumah duka, Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/5/2026). ANTARA/M Fikri Setiawan

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Kepergian mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sejumlah tokoh militer nasional hadir memberikan penghormatan terakhir dan mengenang jasa besar almarhum semasa hidup.

Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo, mengenang Ryamizard sebagai sosok pemimpin visioner yang mampu mewujudkan berbagai gagasan besar yang pada masanya dianggap mustahil oleh banyak orang.

Hal tersebut disampaikan Gatot seusai melayat ke rumah duka di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/5) malam.

Gatot mencontohkan, salah satu kepemimpinan Ryamizard yang paling membekas adalah saat mendorong pembangunan akses jalan darat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Provinsi Aceh pascabencana tsunami 2004.

"Beliau yang menentukan dalam TMMD membuat jalan dari Banda Aceh sampai Teunom. Saat itu banyak yang menganggap tidak mungkin karena jalurnya putus-putus akibat tsunami," kata Gatot.

Meskipun medan di lapangan rusak parah, Ryamizard tetap bersikeras agar program tersebut dituntaskan. Hasilnya, jalur logistik yang semula dianggap terisolasi berhasil tersambung sesuai target.

Gatot menilai keberhasilan tersebut mencerminkan visi Ryamizard yang kerap melampaui cara pandang banyak orang di sekitarnya.

"Saya katakan beliau itu yang saya anggap tidak masuk akal karena pikiran saya tidak sampai ke sana. Beliau mempunyai visi yang benar-benar bisa dipercaya dan akhirnya terbukti," katanya.

Pesan Humanis: Cintai Rakyat

Senada dengan Gatot, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang juga mantan KSAD, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, menilai almarhum sebagai sebagai sosok pemimpin yang selalu menanamkan kepada prajurit untuk mencintai rakyat dalam setiap penugasan.

Dudung menceritakan, dirinya menerima pesan mendalam secara langsung dari Ryamizard saat bertugas di Serambi Mekah. Kala itu, Ryamizard menjabat sebagai KSAD, sedangkan Dudung masih berpangkat Letnan Kolonel dan mengemban amanah sebagai Komandan Batalyon (Danyon).

"Penekanan beliau kepada saya, setiap melaksanakan penugasan cintai rakyat, karena memang kita berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat," ujar Dudung.

Ryamizard selalu mengingatkan Dudung bahwa masyarakat Aceh bukanlah musuh yang harus diperangi, melainkan saudara sebangsa yang harus dirangkul dengan pendekatan kemanusiaan.

"Saya terutama menyampaikan bahwa di Aceh itu bukan musuh kita, sehingga pendekatannya adalah pendekatan manusia. Jangan ingin membunuh dan sebagainya. Itulah yang saya pegang sehingga kami melaksanakan pembinaan-pembinaan teritorial,," imbuhnya.

Tutup Usia pada 75 Tahun

Ryamizard Ryacudu merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat jebolan Akabri 1973 yang memiliki karier cemerlang di dunia militer. Almarhum tercatat pernah menjabat sebagai KSAD pada periode 2002 hingga 2005.

Selepas pensiun dari dinas aktif militer, tokoh yang dikenal tegas dan dekat dengan anak buah ini dipercaya oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia periode 2014–2019.

Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada usia 75 tahun. Hingga Minggu malam, rumah duka di kawasan Cikeas terus dibanjiri oleh pelayat dari kalangan keluarga, kolega militer, pejabat negara, hingga masyarakat sipil yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sang prajurit sejati.




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gatot Nurmayanto: Ryamizard wujudkan proyek yang dianggap mustahil



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026