Logo Header Antaranews Kepri

FIFA Match Day: Naik kelas ke Timnas Senior, Mathew Baker dimentori Kevin Diks

Selasa, 2 Juni 2026 07:20 WIB
Image Print
Pelatih timnas Indonesia John Herdman saat menemui awak media setelah memimpin latihan timnya di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (1/6/2026). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, mengungkapkan bahwa talenta muda Mathew Baker mendapatkan bimbingan dan mentor langsung dari bek senior Kevin Diks selama mengikuti pemusatan latihan skuad Garuda.

Langkah ini diambil setelah Baker yang masih berusia 17 tahun secara mengejutkan menembus skuad senior Indonesia untuk pertama kalinya. Pemanggilan ini diproyeksikan menjelang dua laga krusial FIFA Match Day melawan Oman pada Jumat (5/6) dan Mozambik pada Selasa (9/6) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

"Kevin Diks menjadi mentornya pekan ini, sehingga dia bisa belajar dari pemain Bundesliga yang memiliki pengalaman internasional," kata Herdman ketika ditemui awak media di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.

Herdman menilai Diks adalah sosok mentor yang sangat ideal bagi Baker lantaran keduanya sama-sama beroperasi di lini pertahanan. Terlebih, pengalaman Diks yang musim ini merumput di kasta tertinggi Liga Jerman bersama Borussia Moenchengladbach diharapkan mampu mempercepat kematangan bermain Baker.

Di musim perdananya di Bundesliga Jerman, Kevin Diks tampil impresif dengan mencatatkan 30 penampilan dan mengemas lima gol, masing-masing ke gawang FC Koln, Heidenheim, Augsburg, Union Berlin, dan Hoffenheim. Kontribusi agresifnya sukses membawa Moenchengladbach finis di peringkat ke-12 klasemen akhir dengan raihan 38 poin.

Penerapan Acceleration Strategy

Herdman menjelaskan bahwa pencantuman nama Baker di skuad senior merupakan bagian dari acceleration strategy (strategi akselerasi)—sebuah metode taktis untuk mempercepat kematangan karier para talenta muda berbakat di panggung internasional.

Ia merefleksikan kesuksesan strategi ini saat dirinya menukari timnas Kanada dengan mengorbitkan Jonathan David dan Liam Millar di usia 18 tahun pada 2018 silam. Kini, Jonathan David sukses menjuarai Liga Prancis bersama Lille sebelum akhirnya dipinang raksasa Italia, Juventus, serta mengemas 79 caps dan 39 gol untuk Kanada. Sementara Liam Millar baru saja membawa klubnya, Hull City, promosi ke Liga Utama Inggris.

"Bagi Mathew, ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ketika dia melihat intensitas latihan di sini, dia bisa membawa standar itu ke lingkungan tim muda dan menciptakan standar baru di sana," kata Herdman.

"Tugas pertamanya adalah mencapai standar yang ada di sini. Dia tidak terlihat canggung. Awalnya bagus, sikapnya luar biasa. Namun dia masih muda dan masih memiliki perjalanan yang panjang," kata dia.


Alasan Pemanggilan Kembali Rayhan Hannan

Selain sorotan pada Mathew Baker, penggawa muda Persija Jakarta, Rayhan Hannan, juga meluapkan kegembiraannya setelah kembali dipercaya memperkuat timnas senior. Pemain berusia 22 tahun itu sebelumnya telah mengantongi tiga caps saat membela tim Garuda di ajang Piala AFF pada Desember 2024 lalu.

"Rasanya senang, apalagi ini senior pertama saya dengan banyak diaspora. Jadi belajar banyak juga dengan mereka," kata Hannan.

Hannan sukses memikat hati John Herdman berkat performa impresifnya di kompetisi domestik bersama Macan Kemayoran.

Herdman secara gamblang memuji atribut teknis dan taktis yang dimiliki oleh gelandang muda Persija tersebut.

"Intensitas pressing-nya mencerminkan identitas yang ingin kami lihat. Kemampuannya bermain di antara lini lawan dan memecah garis pertahanan juga berada pada level yang baik. Sekarang tugas kami adalah mengujinya ketika berhadapan dengan pemain seperti Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Kevin Diks," pungkas Herdman.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Masuk skuad timnas senior, Mathew Baker dimentori oleh Kevin Diks



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026