
Penumpang Kelud Tiba di Batam Membludak

Batam (Antara Kepri) - Jumlah penumpang KM Kelud dari Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, yang tiba di Pelabuhan Beton Sekupang, batam, Kepulauan Riau, membludak pada H+5 Idul Fitri 1434 Hijriah, Senin (12/8) siang.
"Penumpang KM Kelud mencapai sekitar 5.000 orang namun yang turun ke Batam sekitar 4.000 penumpang. Sisanya melanjutkan perjalanan ke Tanjungpriok Jakarta," kata Kepala PT Pelni Batam Rey Manurung di Batam, Rabu.
Ia mengatakan, meski pada Senin siang jumlah penumpang yang tiba sudah sangat banyak dan melebihi kapasitas kapal namun diperkirakan pada Rabu (21/8) jumlah penumpang yang tiba di Batam masih tinggi.
"Kalau dilihat dari jumlah penumpang yang mudik. Bisa dipastikan Rabu depan penumpang yang tiba di Pelabuhan Beton Sekupang masih tinggi," kata dia.
Selain orang tua, penumpang yang tiba di Pelabuhan Domestik Sekupang Kota Batam juga didominasi anak-anak usia sekolah yang pada 16 Agustrus 2013 sudah kembali masuk sekolah.
Sempat terjadi desak-desakan di pintu keluar kapal saat penumpang berebut turun. Bahkan beberapa orang tua yang membawa barang berlebihan terpeleset saat turun dari tangga di dermaga.
Beberapa penumpang nampak mendapat perawatan ringan pada Pusat Kesehatan Pelabuhan Laut Batam setelah mengalami kelelahan karena harus berebutan saat turun, namun tidak ada yang memerlukan perawatan lebih lanjut.
"Jumlah penumpang yang turun sangat banyak. Mereka saling berebut saat hendak turun sehingga beberapa terpeleset di tangga saat turun," kata Rey.
Rey mengatakan untuk jumlah penumpang yang naik dari Batam dengan tujuan Tanjung Priok Jakarta sekitar 1.000 orang.
Sejumlah petugas kepolisian dan TNI yang dikerahkan mengamankan arus balik di pelabuhan tersebut juga sempat bersitegang dengan porter saat memaksa memasukkan barang ke kapal sementara masih ada penumpang tujuan Batam yang belum turun.
Ruas jalan depan Pelabuhan Beton Sekupang mengalami kemacetan hingga sekitar 1 kilometer akibat banyaknya kendaraan penjemput dan kendaraan umum yang diparkir pada pinggir jalan. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
