Logo Header Antaranews Kepri

Film "Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang" masuk kompetisi Shanghai International Film Festival

Jumat, 5 Juni 2026 13:34 WIB
Image Print
Film "Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang" (RBMT) atau judul internasional "My Own Last Supper" (ANTARA/HO-My Own Last Supper)

Jakarta (ANTARA) - Film asal Indonesia "Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang" (RBMT) karya sutradara Ismail Basbeth terpilih mengikuti kompetisi utama festival bergengsi Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026.

Film RBMT, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, masuk tujuh kategori kompetisi, yaitu Best Feature, Best Director, Best Actor, Best Actress, Best Screenplay, Best Cinematographer, dan Best Outstanding Artistic.

"Pencapaian ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi kami, bisa mewakili Indonesia dalam ajang festival film kelas dunia seperti SIFF," kata Produser film RBMT sekaligus CEO Matta Cinema Production Nugroho Dewanto dalam siaran tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Manchester United resmi perpanjang kontrak kiper senior Tom Heaton

RBMT mengisahkan seorang pria tua Tionghoa yang mengalami trauma psikologi dan politik karena identitas etnisnya. Melalui tokoh bernama Encek, penonton diajak memahami realitas kehidupan seorang Tionghoa di Indonesia.

Sejumlah aktor senior bermain dalam film tersebut, yaitu Ferry Salim, Melissa Karim, dan Verdi Soleiman. Film "Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang" juga menjadi debut bagi Jessy Davita dan Nicholas Anderson dan akademisi Rocky Gerung.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Film Indonesia masuk kompetisi Shanghai International Film Festival



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026