Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Natuna gelar pasar murah upaya jaga daya beli masyarakat

Sabtu, 6 Juni 2026 12:43 WIB
Image Print
Bupati Natuna Cen Sui Lan (tengah) melayani pembeli saat pasar murah di Desa Kelarik, Natuna, Kepri. Sabtu (6/6/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna, Kepri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menggelar pasar murah di Desa Kelarik, Kecamatan Bunguran Barat, Sabtu, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat, terhadap bahan pokok.

Bupati Natuna Cen Sui Lan di Natuna, Sabtu, mengatakan pada kegiatan itu, Pemkab Natuna menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Komoditas yang dijual meliputi beras kualitas medium, tepung terigu, gula pasir, telur ayam, dan minyak goreng.

"Pasar murah ini kami laksanakan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta menjaga stabilitas harga di daerah," katanya.

Untuk beras dibandrol seharga Rp58.000 per lima kilogram, tepung Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp12.000 per kilogram minyak goreng Rp32.000 per dua liter, serta telur Rp55.000 per papan atau 30 butir.

Baca juga: KSOP Batam evakuasi 9 awak kapal MV Golden Star 1 yang tenggelam di Selat Malaka

Harga komoditas yang ditawarkan, rata-rata sekitar Rp5.000 lebih murah dibandingkan harga yang berlaku di pasaran.

Ia menjelaskan pasar murah juga merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga laju inflasi serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Dengan harga yang lebih terjangkau, kata dia, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

"Ekonomi Natuna saat ini belum sepenuhnya stabil, sehingga pasar murah menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk membantu masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Natuna Marwan Sjah Putra mengatakan harga komoditas dapat dijual lebih murah karena mendapat subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Natuna 2026.

Dari lima komoditas yang disediakan, hanya beras yang tidak disubsidi melalui APBD karena telah memperoleh subsidi dari program pemerintah pusat.

Menurut dia, kebijakan subsidi merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan dan mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.

"Untuk gula, tepung, dan telur kami memberikan subsidi Rp5.000 per item, sedangkan minyak goreng mendapat subsidi Rp10.000 karena dijual dalam kemasan dua liter," katanya.


Baca juga:

BP Batam: Sektor investasi dan logistik jadi penggerak ekonomi kawasan

Kesbangpol: Indeks Demokrasi Kepri masuk kategori tinggi



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026