Logo Header Antaranews Kepri

Warga Gorontalo Utara pantau pasang surut air laut pascagempa

Senin, 8 Juni 2026 12:32 WIB
Image Print
Pihak berwenang di Gorontalo Utara memantau kondisi pasang surut air di Pelabuhan Kwandang, Senin (8/6/2026). ANTARA/Susanti Sako (pasang surut air)

Gorontalo Utara (ANTARA) - Warga Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo memantau pasang surut air laut pasca peringatan dini tsunami, usai gempa magnitudo 7,7 dan 6,0, pada Senin.

"Air pasang surut sudah sebanyak enam kali, setiap empat menit air naik dan turun. Kami bingung apakah harus mengungsi atau berdiam diri di rumah," kata Nurhayati Mobilingo warga Desa Katialada, Kecamatan Kwandang Gorontalo Utara.

Air di laut pun pasang surut tidak bergelombang namun naik turun membuat kapal-kapal yang terparkir saling bertabrakan.

Baca juga: Pemkot Batam bayarkan iuran BPJS Kesehatan 100 ribu warga lewat PBI

Kepanikan warga Gorontalo Utara mulai terlihat. Warga mulai melakukan evakuasi mandiri.

Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo Dr. Andri Wijaya Bidang mengatakan hingga kini status peringatan tsunami belum dicabut.

"Masih status siaga dan Peringatan Dini (PD) 3," katanya.

Baca juga: Pemkab Natuna manfaatkan Popda Kepri asah bakat atlet muda



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026