
Warga Gorontalo Utara pantau pasang surut air laut pascagempa

Gorontalo Utara (ANTARA) - Warga Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo memantau pasang surut air laut pasca peringatan dini tsunami, usai gempa magnitudo 7,7 dan 6,0, pada Senin.
"Air pasang surut sudah sebanyak enam kali, setiap empat menit air naik dan turun. Kami bingung apakah harus mengungsi atau berdiam diri di rumah," kata Nurhayati Mobilingo warga Desa Katialada, Kecamatan Kwandang Gorontalo Utara.
Air di laut pun pasang surut tidak bergelombang namun naik turun membuat kapal-kapal yang terparkir saling bertabrakan.
Baca juga: Pemkot Batam bayarkan iuran BPJS Kesehatan 100 ribu warga lewat PBI
Kepanikan warga Gorontalo Utara mulai terlihat. Warga mulai melakukan evakuasi mandiri.
Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo Dr. Andri Wijaya Bidang mengatakan hingga kini status peringatan tsunami belum dicabut.
"Masih status siaga dan Peringatan Dini (PD) 3," katanya.
Baca juga: Pemkab Natuna manfaatkan Popda Kepri asah bakat atlet muda
Pewarta : Susanti Sako
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
