Logo Header Antaranews Kepri

Telkom dorong penyusunan cetak biru kedaulatan digital nasional

Senin, 8 Juni 2026 12:46 WIB
Image Print
Jajaran manajemen Telkom bersama perwakilan Komdigi, BUMN strategis, pelanggan enterprise, dan global technology partners berkolaborasi merumuskan blueprint cloud, AI, dan keamanan siber sebagai fondasi kedaulatan digital Indonesia pada Forum Kedaulatan Digital Nasional di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu (3/6). (ANTARA/Telkom Indonesia)

Batam (ANTARA) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mempertemukan regulator, badan usaha milik negara (BUMN), pelanggan korporasi, dan mitra teknologi global dalam Forum Kedaulatan Digital Nasional guna mendorong penyusunan cetak biru dan peta jalan (roadmap) pembangunan ekosistem digital nasional yang berdaulat.

Forum bertajuk “Kolaborasi Ekosistem Digital untuk Inovasi Nasional yang Berdaulat” tersebut digelar di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu (3/6), dengan fokus pada penguatan fondasi cloud, kecerdasan artifisial (AI), dan keamanan siber nasional.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Sonny Hendra Sudaryana mengatakan penguatan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan data nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia.

“Penguatan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan data nasional, meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia, serta memastikan transformasi digital nasional dapat berjalan secara aman, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Sonny.

Forum tersebut merupakan tindak lanjut dari deklarasi “Kebangkitan Kedaulatan Teknologi Indonesia” yang diselenggarakan pada 20 Mei 2026.

Jika deklarasi sebelumnya menegaskan pentingnya kedaulatan teknologi nasional, forum kali ini difokuskan pada penyusunan langkah implementasi yang lebih terukur melalui tiga pilar utama, yakni sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan kedaulatan digital telah menjadi kebutuhan strategis nasional yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.

Baca juga: Pemkot Batam bayarkan iuran BPJS Kesehatan 100 ribu warga lewat PBI

“Kedaulatan digital bukan lagi sekadar isu teknologi, melainkan fondasi daya saing, ketahanan, dan keberlanjutan bangsa di masa depan. Indonesia harus mampu membangun kendali atas data, AI, cloud, dan keamanan sibernya sendiri agar tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi arsitek masa depan digitalnya sendiri,” ujarnya.

Menurut Seno, melalui transformasi TLKM 30, Telkom terus memperkuat perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan konektivitas, tetapi juga sebagai penggerak pengembangan fondasi digital nasional yang lebih aman, tangguh, dan mandiri.

Dalam forum tersebut, Telkom juga memperkuat inisiatif AdyaCakra yang mengintegrasikan kapabilitas digital nasional dengan teknologi global untuk mendukung kebutuhan pemerintah, BUMN, dan sektor industri strategis.

AdyaCakra mencakup layanan sovereign cloud melalui NeuCentrIX, NeutraDC Hyperscale, dan edge infrastructure, serta pengembangan sovereign AI melalui AI Hub dan Agentic AI BigBox.

Selain itu, platform tersebut juga dilengkapi kapabilitas sovereign cybersecurity melalui Telkom Cyber Security Operation Center (CSOC), sovereign threat intelligence, serta managed detection and response.

Sebagai bagian dari forum, delapan mitra teknologi global turut menandatangani komitmen kolaborasi atau Intentional Collaboration guna mendukung pengembangan ekosistem digital yang aman, tangguh, dan berdaulat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan kapabilitas nasional, transfer pengetahuan, serta adopsi teknologi yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

Melalui forum itu, Telkom mendorong terbentuknya blueprint dan roadmap kolaborasi yang lebih konkret antara pemerintah, regulator, BUMN, pelaku industri, dan mitra teknologi global guna memperkuat fondasi cloud, AI, dan keamanan siber nasional menuju terwujudnya Visi Digital Indonesia 2030.


Baca juga:

KPK duga kerugian negara hampir Rp2 T akibat pengadaan notifikasi perbankan

TelkomMetra divestasi AdMedika Group, fokus perkuat bisnis digital dan telekomunikasi



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026