Logo Header Antaranews Kepri

Sangihe dilanda belasan gempa susulan

Selasa, 9 Juni 2026 06:36 WIB
Image Print
Tangkapan layar- Titik gempa 4,1 magnitudo di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Selasa (9/6/2026). ANTARA/Khaerul Izan

Jakarta (ANTARA) - Rangkaian gempa bumi susulan dengan kekuatan magnitudo 3,8 hingga 4,9 dilaporkan masih terus mengguncang wilayah Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Berdasarkan laporan resmi dari akun X BMKG di Jakarta, Selasa (9/6/2026), aktivitas tektonik di daerah tersebut tercatat sudah terjadi kurang lebih sebanyak 15 kali sejak Senin (8/6) pukul 22.00 WIB.

Guncangan terbaru yang terdeteksi memiliki kekuatan magnitudo 4,1. Berdasarkan data teknis BMKG, episenter gempa bumi susulan ini terletak pada koordinat 5.45 Lintang Utara (LU) dan 125.40 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman pusat gempa berada di 10 kilometer.

BMKG menegaskan bahwa seluruh rangkaian gempa susulan yang terjadi di Kepulauan Sangihe ini tidak berpotensi memicu terjadinya bencana Tsunami. Pihak otoritas meteorologi juga menambahkan bahwa data yang dirilis saat ini mengutamakan kecepatan penyampaian informasi ke publik. Oleh karena itu, hasil pengelolaan data belum sepenuhnya stabil dan masih bisa berubah seiring dengan masuknya kelengkapan data dari lapangan.

Rangkaian aktivitas tektonik ini merupakan susulan dari gempa bumi utama berkekuatan magnitudo 5,3 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Senin malam sekitar pukul 21.53 WIB atau pukul 22.53 WITA. Gempa utama tersebut juga sudah dipastikan aman dan tidak berpotensi Tsunami.

Menurut analisis BMKG, gempa magnitudo 5,3 tersebut berlokasi di titik koordinat 5.65 Lintang Utara (LU) dan 124.80 Bujur Timur (BT). Pusat gempa tersebut teridentifikasi berada di laut dengan jarak sekitar 239 kilometer (km) dari arah Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, pada kedalaman 10 kilometer.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gempa susulan terus terjadi di Kepulauan Sangihe



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026