Logo Header Antaranews Kepri

37 orang tewas akibat gempa di Filipina selatan

Selasa, 9 Juni 2026 15:33 WIB
Image Print
Arsip foto - Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,80° LU ; 125,14° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara pada kedalaman 47 kilometer, Senin (8/6/2026). ANTARA/HO-BMKG/am.

Istanbul (ANTARA) - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina meningkat menjadi 37 orang, sementara empat orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Tim penyelamat hingga Selasa terus melakukan pencarian di sejumlah wilayah terdampak parah di Pulau Mindanao, menurut laporan media setempat.

Gempa yang terjadi pada Senin pukul 07.37 waktu setempat di lepas pantai Provinsi Sarangani itu menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah Mindanao. Sejumlah bangunan roboh, layanan listrik dan air terganggu, serta tanah longsor terjadi di beberapa lokasi, sebagaimana dilaporkan Philstar.

Wakil Juru Bicara Kantor Pertahanan Sipil (OCD), Diego Mariano, mengatakan sebanyak 33 korban jiwa tercatat di wilayah Soccsksargen. Dari jumlah tersebut, 18 orang meninggal di Provinsi Sarangani, 12 orang di Kota General Santos, dan tiga orang di South Cotabato. Empat korban jiwa lainnya dilaporkan berasal dari wilayah tetangga, Provinsi Davao.

Juru Bicara OCD, Junie Castillo, mengatakan sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa puing bangunan dan struktur yang runtuh saat gempa terjadi.

Baca juga: BMKG catat terjadi 20 gempa bumi susulan pasca gempa 7,7

Pihak berwenang juga melaporkan sedikitnya 479 orang mengalami luka-luka, terdiri atas 456 orang di Region 12 dan 23 orang di Provinsi Davao.

Gempa tersebut berdampak terhadap sekitar 88.000 warga di wilayah selatan Mindanao, termasuk 22.690 warga yang terpaksa mengungsi. Banyak warga masih bertahan di ruang terbuka karena gempa susulan yang terus terjadi serta kekhawatiran terhadap keamanan struktur bangunan.

Operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi saat ini masih difokuskan di Kota General Santos dan Sarangani, yang menjadi dua wilayah dengan dampak paling parah.

Pemerintah melaporkan kerusakan pada sembilan jembatan dan 19 ruas jalan. Nilai kerugian infrastruktur diperkirakan melebihi 900 juta peso Filipina (sekitar 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp264 miliar).

Sebanyak 1.889 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk sekitar 1.500 rumah yang hancur total. Kerugian properti diperkirakan mencapai 15 juta peso Filipina (sekitar 243.607 dolar AS atau sekitar Rp4,4 miliar). Penilaian kerusakan masih terus dilakukan sehingga angka tersebut dapat berubah.

Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Korban tewas akibat gempa di Filipina selatan menjadi 37 orang



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026