
SPPG Bunguran Timur Laut kembali beroperasi

Natuna (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bunguran Timur Laut, di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, kembali beroperasi setelah sempat berhenti selama dua hari.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kabupaten Natuna Lutshia Widi Febiana dikonfirmasi dari Natuna, Rabu, mengatakan SPPG Bunguran Timur Laut sempat berhenti operasi pada 8 Juni hingga 9 Juni 2026.
Hal demikian terjadi karena anggaran dari BGN belum masuk ke SPPG, sehingga belum bisa membeli keperluan untuk memproduksi makanan untuk program MBG.
"Hari ini sudah beroperasi kembali. Untuk Senin dan Selasa SPPG berhenti sementara," ucapnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Bunguran Timur Laut, Shintia Dwi Oktavianti, mengatakan anggaran telah diterima pada Senin malam (8/6). Meski demikian, layanan belum dapat kembali berjalan pada Selasa (9/6) karena masih terdapat sejumlah pertimbangan teknis yang perlu diselesaikan terlebih dahulu.
Menurut Shintia, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kesiapan operasional. SPPG membutuhkan waktu untuk memastikan pasokan bahan pangan tersedia dalam jumlah yang cukup dan memenuhi standar kualitas sebelum kegiatan pelayanan kembali dilaksanakan secara normal.
Menurut dia, keputusan untuk memulai kembali operasional pada Rabu diambil setelah melalui koordinasi dan pembahasan dengan koordinator wilayah.
"Dana baru diterima pada Senin pukul 18.15 WIB. Dengan waktu yang sangat terbatas, distribusi belum dapat dilakukan pada Selasa karena kami masih harus melakukan pengadaan bahan baku, seperti ayam, buah-buahan, dan sayuran," ucapnya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
