
Diduga tangkap ikan ilegal, Guspurla Koarmada I buru kapal ikan asing di Laut Natuna Utara

Natuna (ANTARA) - Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I memburu kapal ikan asing (KIA) yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal, di Laut Natuna Utara, menyusul adanya laporan nelayan.
Komandan Guspurla Koarmada I Laksamana Pertama TNI Nurlan dikonfirmasi dari Natuna, Kamis, mengatakan pada Rabu (10/6) di Kantor Bupati Natuna pihaknya menghadiri pertemuan tentang dugaan keberadaan KIA. Pertemuan itu dihadiri perwakilan nelayan dan pihak terkait lainnya.
Dalam pertemuan, nelayan menyampaikan adanya KIA yang beroperasi hampir setiap hari di Laut Natuna Utara, dengan jarak hanya puluhan nautical mile dari pulau terdepan Indonesia.
Dalam pemburuan itu, Danguspurla Koarmada I Laksamana Pertama TNI Nurlan memerintahkan KRI John Lie-358 mengoptimalkan kegiatan patroli dan pemantauan di lokasi sekitar guna memastikan keamanan serta kedaulatan wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan yang berbatasan langsung dengan perbatasan negara tetangga.
Baca juga: Guspurla Koarmada I edukasi nelayan Natuna tentang batas wilayah
"Patroli dilakukan pada Kamis (11/6) pukul 01.00 WIB hingga 06.00 WIB, oleh KRI JOL-357 terhadap kemungkinan adanya aktivitas KIA ilegal," ucapnya.
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ditemukan adanya kontak maupun aktivitas kapal ikan baik kapal ikan ilegal (KII) maupun KIA di sekitar area yang menjadi sasaran patroli.
Meski demikian lanjut dia, KRI Jhon Lie-358 tetap meningkatkan kewaspadaan dan melanjutkan patroli sektor guna mengantisipasi dan akan mengambil tindakan tegas jika terbukti adanya KIA yang memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa izin.
Selain itu kata dia, KRI juga siap memberikan jaminan rasa aman kepada nelayan lokal Natuna yang melaut untuk mencari ikan di perairan Laut Natuna Utara.
Baca juga: DLH Batam uji emisi 1.500 kendaraan roda empat untuk evaluasi kualitas udara
Menurut dia, kehadiran dan informasi nelayan di laut Indonesia penting, sebab akan mempermudah pihak berwenang menjalankan tugas dalam menjaga kedaulatan negara.
Oleh karena itu dirinya mengimbau masyarakat nelayan untuk terus berperan aktif melaporkan apabila menemukan aktivitas kapal asing yang mencurigakan di wilayah perairan Indonesia.
"Informasi yang disampaikan nelayan di lapangan penting sebagai bahan deteksi dini dan pendukung pelaksanaan operasi pengawasan oleh aparat terkait," ujar dia.
Baca juga: Pemprov Kepri siapkan anggaran Rp48 M untuk gaji ke-13 ASN
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
