
Lima SPPG di Tanjungpinang berhenti beroperasi sementara

Tanjungpinang (ANTARA) - Sebanyak lima dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), berhenti beroperasi untuk sementara waktu sejak sepekan terakhir karena keterlambatan pencairan dana operasional dapur SPPG dari Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kita masih menunggu dana operasional SPPG masuk dari BGN, setelah itu baru beroperasi kembali," kata Koordinator SPPG Tanjungpinang Retno di Tanjungpinang, Kamis.
Retno memaparkan lima SPPG yang tutup sementara waktu, antara lain SPPG 2 di Tanjungpinang Barat, SPPG 3 Batu IX, SPPG Tanjung Ayun Sakti, SPPG 4 Batu IX, dan SPPG di Kelurahan Kampung Bulang.
Kondisi tersebut berdampak terhadap penyaluran MBG kepada ribuan penerima manfaat di wilayah sekitar lima SPPG tersebut.
Senada Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) untuk wilayah Sumatra Barat, Riau, dan Kepri Syarti Widya membenarkan penutupan sementara sejumlah SPPG, namun ia tidak memerinci jumlah unitnya.
Menurutnya, penutupan sementara SPPG itu hanya dipicu perubahan sistem saja di tingkat BGN pusat.
"Khusus untuk SPPG yang dananya belum cair saja. Kalau sudah masuk, SPPG pasti beroperasi lagi," ucapnya.
Syarti menambahkan hingga Mei 2026 ada 232 SPPG yang telah beroperasi di tujuh kabupaten/kota se-Kepri, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 540.254 orang, terdiri atas peserta didik serta Kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
