
Bulog Natuna tambah stok beras 1.000 ton

Natuna (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Natuna, Kepulauan Riau, menambah stok beras sebanyak 1.000 ton sebagai langkah antisipasi guna menjaga ketersediaan pasokan sekaligus stabilitas harga pangan di wilayah perbatasan tersebut.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian, di Natuna, Kamis, mengatakan pengiriman beras akan dilakukan secara bertahap, karena kedua gudang milik mereka tengah direnovasi. Pada tahap awal, sebanyak 500 ton beras dijadwalkan tiba di Natuna pada awal Juli 2026.
“Pengiriman sesuai permintaan, tetapi dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sebanyak 500 ton untuk dua gudang,” kata Pencius.
Ia menjelaskan, Bulog Natuna saat ini memiliki dua gudang penyimpanan yang berlokasi di Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, dan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat. Kedua gudang tersebut masih menyimpan stok beras yang cukup untuk mendukung upaya stabilisasi harga di pasaran.
Masing-masing gudang saat ini masih memiliki persediaan tidak kurang atas 100 ton beras. Dengan jumlah stok yang tersedia, kebutuhan untuk menjaga stabilitas harga diperkirakan dapat terpenuhi hingga akhir Juli 2026.
Namun demikian, ia menegaskan stok beras Bulog bukan diperuntukkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi masyarakat Natuna.
Cadangan tersebut berfungsi sebagai instrumen pemerintah dalam mengendalikan harga dan memastikan pasokan tetap tersedia ketika terjadi gejolak pasar.
“Jika beras yang masih dalam perjalanan sudah tiba seluruhnya, maka persediaan yang kami miliki diperkirakan cukup untuk enam hingga tujuh bulan ke depan,” ujar dia.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
