
LKBN Antara ajak warga jadikan Piala Dunia sebagai inspirasi

Bengkulu (ANTARA) - LKBN Antara mengajak masyarakat menjadikan tayangan Piala Dunia sebagai sumber inspirasi, khususnya bagi generasi muda yang ingin mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di dunia sepak bola.
"Kita memanfaatkan tontonan (Program Bola Gembira Piala Dunia 2026) ini untuk menjadi hiburan, menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa seperti ini tontonan kelas dunia, sepak bola kelas dunia itu mainnya harus seperti ini. Dan ini bisa dicontoh oleh warga negara Indonesia, terutama atlet-atlet kita yang generasi muda," kata Kepala LKBN Antara Biro Bengkulu Anom Prihantoro di Bengkulu, Jumat.
Anom mengatakan itu saat pembukaan sekaligus nonton bareng Piala Dunia 2026 yang digelar TVRI bersama ANTARA, dan RRI pada Jumat, 12 Juni 2026.
Baca juga: Disdukcapil Batam permudah akses adminduk dengan layanan di kecamatan
Dia mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan setiap tayangan pertandingan yang disiarkan televisi untuk menyaksikan permainan sepak bola kelas dunia sekaligus memetik nilai-nilai positif dari para atlet yang bertanding.
Menurut dia pertandingan piala dunia tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat membuka wawasan tentang kualitas permainan, kedisiplinan, dan profesionalisme yang ditunjukkan para pesepak bola terbaik dunia.
Sementara itu, Radio Republik Indonesia (RRI) Bengkulu memperkuat gaung program Pesta Bola Gembira melalui berbagai siaran dan program interaktif yang melibatkan pemerhati serta pecinta sepak bola di daerah itu.
“Dan kami dari RRI mulai Mei sebenarnya sudah menyiarkan beberapa kegiatan yang terkait dengan penguatan Pesta Bola Gembira ini. Baik itu ada dialog, podcast, kemudian Gila Bola yang menghadirkan para narasumber, pemerhati, dan pecinta bola di RRI,” kata Kepala RRI Bengkulu Rozani.
Baca juga: Hasil Piala Dunia: Afsel kalah 2-0, pelatih pertanyakan kartu merah kedua
Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
