Logo Header Antaranews Kepri

Piala Dunia 2026: Lepas 30 tembakan, Turki malah tumbang dari Australia

Minggu, 14 Juni 2026 16:25 WIB
Image Print
Grafik ilustrasi pertandingan penyisihan Grup D Piala Dunia 2026 antara Australia melawan Turki yang dijadwalkan berlangsung di Stadion BC Place, Vancouver, British Columbia, Kanada, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat. ANTARA INFOGRAFIK/Vintan Rahmadanti

Jakarta (ANTARA) - Pelatih kepala tim nasional Turki, Vincenzo Montella, mengaku kecewa setelah skuadnya dipaksa bertekuk lutut dengan skor 0-2 oleh Australia pada laga Grup D Piala Dunia FIFA 2026. Hasil minor ini terasa menyakitkan bagi Turki yang sejatinya tampil dominan sepanjang laga di Stadion British Columbia (BC) Place, Vancouver, Kanada, Minggu (14/6/2026).

Vincenzo Montella menilai anak-anak asuhnya telah bekerja dengan sangat baik dalam mengendalikan alur permainan. Namun, Arda Guler dan kawan-kawan seperti kehilangan taji dan kreativitas saat berada di depan gawang lawan.

"Kami sangat sedih dan tahu masih ada waktu untuk bangkit di fase grup," ujar Vincenzo Montella sebagaimana dikutip dari laman resmi FIFA seusai pertandingan.

Berdasarkan data statistik resmi pertandingan, Turki mencatatkan keunggulan mutlak dengan menguasai 57 persen penguasaan bola dalam konteks menyerang. Pelatih asal Italia tersebut memaparkan bahwa skuadnya berhasil melepaskan total 30 kali percobaan tembakan ke arah pertahanan lawan, berbanding terbalik dengan Australia yang hanya memproduksi 9 kali tembakan.

Dari segi akurasi, Turki juga unggul jauh dengan mencatatkan 8 kali tembakan tepat sasaran (on target), sementara Socceroos hanya melepaskan 4 kali tembakan akurat. Kendati demikian, dominasi luar biasa tersebut berakhir semu akibat buruknya penyelesaian akhir.

Barisan pertahanan Australia yang tampil sangat disiplin dan rapat terbukti sukses meredam setiap gelombang serangan yang dibangun oleh lini kedua Turki.

Berkebalikan dengan Turki, tim nasional Australia memperagakan permainan yang jauh lebih efektif dan klinis. Socceroos sukses memaksimalkan ruang sempit menjadi gol penentu kemenangan lewat aksi penyerang Nestory Irankunda pada menit ke-27 serta sontekan manis gelandang Connor Metcalfe pada menit ke-75.

Pelatih timnas Australia, Tony Popovich, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh staf pelatih dan pasukannya yang dinilai sukses mengeksekusi rencana permainan (game plan) dengan tingkat kedisiplinan yang luar biasa.

"Kami mencoba membimbing serta mendukung para pemain, dan mereka tampil luar biasa," puji Tony Popovich.

Satu nama lain yang layak menjadi pahlawan kemenangan Australia adalah sang penjaga gawang, Patrick Beach. Dari total 30 percobaan yang dilancarkan Turki, kesigapan Patrick Beach di bawah mistar gawang sukses mementahkan 8 tembakan tepat sasaran milik lawan untuk mengamankan catatan tanpa kebobolan (clean sheet).

Bagi penyerang muda Nestory Irankunda, kemenangan atas tim kuat sekelas Turki ini terasa jauh lebih istimewa. Pasalnya, sebelum turnamen dimulai, banyak pihak yang menempatkan Australia sebagai tim nonunggulan di Grup D.

"Itu menjadi motivasi tambahan. Jelas kami tidak suka mendengar orang berbicara buruk tentang kami, karena kami adalah tim yang hebat," tegas Nestory Irankunda yang mencetak gol pembuka laga.

Hasil pertandingan ini menempatkan Australia di peringkat kedua klasemen sementara Grup D dengan koleksi 3 poin. Posisi mereka menempel ketat tuan rumah Amerika Serikat di puncak klasemen yang hanya unggul dalam perhitungan agregat selisih gol (4-1). Sementara itu, Turki dan Paraguay harus puas tercecer di peringkat ketiga dan keempat setelah sama-sama menelan kekalahan di laga perdana.






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Montella kecewa Turki kalah lawan Australia meski dominasi laga



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026