Logo Header Antaranews Kepri

Menteri PPN optimistis Kepri jadi pusat pertumbuhan ekonomi

Senin, 15 Juni 2026 17:10 WIB
Image Print
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy (tengah kanan) saat menerima audiensi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/HO- (Bappenas)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan optimistis Kepulauan Riau (Kepri) dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Saya melihat Kepulauan Riau sebagai miniatur Indonesia. Dengan segala dinamika dan tantangannya, saya merasa optimistis ketika melihat investasi yang telah berlangsung puluhan tahun terus diperkuat dan dikembangkan. Bagi saya, ini menghadirkan harapan baru,” ujar dia saat menerima audiensi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad.

Berdasarkan keterangan Bappenas yang diterima di Jakarta, Senin, Rachmat mengatakan Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagaimana diamanatkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, Provinsi Kepulauan Riau diproyeksikan sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional berbasis industri pengolahan dan hub logistik global, sekaligus sebagai wilayah perbatasan strategis di Natuna dan Anambas yang memperkuat ketahanan ekonomi serta kedaulatan maritim Indonesia.

Kepulauan Riau juga menyimpan potensi sejarah dan budaya yang dinilai dapat menjadi modal penting pembangunan daerah.

“Saat berkunjung ke Pulau Penyengat, saya melihat langsung kekayaan sejarah yang luar biasa. Di sana terdapat warisan Raja Ali Haji, tokoh sastra besar yang layak disejajarkan dengan sastrawan dunia. Jika potensi sejarah dan budaya ini terus digali serta dimodernisasi, saya yakin Kepulauan Riau dapat menjadi model pembangunan yang baik,” katanya.

“Apalagi jika inovasi teknologi transportasi antar pulau yang sedang dikembangkan (hoverwing) dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal itu tidak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga menjadi simbol kemajuan dan masa depan Kepulauan Riau,” ujar dia.

Dalam upaya menerjemahkan amanat transformasi RPJPN 2025–2045 ke tingkat daerah, lanjutnya, Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri telah menyusun Peta Jalan Transformasi Kepulauan Riau yang akan diluncurkan di 2026.

Untuk mengawal implementasi peta jalan tersebut, pihaknya dan Pemprov Kepri akan mengelola Sekretariat Transformasi (Project Management Office/PMO) Kepulauan Riau. PMO itu akan berfungsi untuk mengoordinasikan pelaksanaan program prioritas dan memastikan berbagai inisiatif strategis dapat direalisasikan secara bertahap melalui pembentukan gugus tugas yang fokus pada percepatan implementasi.

“Saya merasa Kepulauan Riau ini luar biasa. Namun, yang terpenting adalah bagaimana potensi luar biasa tersebut dapat terwujud menjadi kemajuan nyata yang dirasakan masyarakat,” kata Rachmat.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Tanjungpinang, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI Rachmat Pambudy menyebutkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki nilai jual tinggi karena didukung kemasan menarik serta penataan produk yang rapi dan modern.

"Saya sangat terkesan dengan produk-produk maupun budaya lokal yang ada di Kepri," kata Rachmat Pambudy saat berkunjung melihat produk UMKM unggulan di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kepri di Kota Tanjungpinang, Kamis (28/5)

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Bappenas melihat langsung pengembangan ekonomi kreatif, produk UMKM, hingga potensi budaya dan pariwisata daerah, khususnya di Kepri.

Beragam produk khas daerah dipamerkan di Gedung Dekranasda Kepri, mulai dari makanan olahan gonggong, batik khas Melayu, anyaman tikar pandan, hingga kerajinan berbahan kulit gonggong.

Rachmat Pambudy bahkan sempat melihat langsung proses penenunan kain oleh para perajin lokal.

Ia menilai pengelolaan produk UMKM di Dekranasda Kepri sudah terintegrasi dengan baik sebagai wadah pelayanan terpadu bagi pelaku usaha lokal.

Dalam kesempatan itu, Rachmat Pambudy turut menyoroti besarnya peluang produk olahan hasil laut Kepri untuk dikembangkan menjadi produk unggulan nasional.

Menurutnya, produk olahan ikan bahkan direkomendasikan untuk menunjang kebutuhan jamaah haji, termasuk produk suplemen berbahan dasar laut seperti minyak gamat.

"Ini bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi Kepri melalui pengembangan industri berbasis sumber daya laut," ujarnya.

Setelah dari Gedung Dekranasda, Menteri Racmat Pambudy didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad beserta jajaran melanjutkan kunjungan ke Pulau Penyengat dengan mengunjungi sejumlah situs budaya dan sejarah, seperti masjid bersejarah, makam tokoh Melayu, serta balai adat.

Ia menyampaikan Kepri memiliki kekuatan besar di sektor budaya dan ekonomi kreatif yang masih dapat dikembangkan lebih optimal.

"Ekonomi oranye Kepri, termasuk Pulau Penyengat, cukup bagus. Jika dikelola dengan baik, Kepri bisa menjadi contoh," ujar Rachmat Pambudy.

Meski memiliki aset sejarah dan budaya yang kuat, lanjut dia, potensi besar Pulau Penyengat belum sepenuhnya berdampak terhadap penguatan ekonomi wisata kawasan.

Namun demikian ia mengapresiasi berbagai upaya penataan kawasan budaya Pulau Penyengat yang terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

"Alhamdulillah banyak kemajuan. Tinggal dicari ruang-ruang yang masih bisa ditingkatkan supaya dampaknya lebih besar lagi, karena sudah ada storytelling dan paket wisata, tinggal marketing-nya diperbesar," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri PPN optimistis Kepri jadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026