
Pemkot Batam soroti 3 komoditas pemicu inflasi tinggi

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyoroti tiga komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi di daerah, setelah tingkat inflasi Batam tercatat mencapai 3,99 persen atau berada di atas target nasional.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan komoditas yang menjadi penyumbang terbesar terhadap kenaikan inflasi antara lain emas perhiasan, tarif angkutan udara, dan kelompok makanan dan minuman, terutama beras, daging ayam ras, serta makanan jadi.
"Tiga hal utama ini harus menjadi perhatian bersama. Apa yang bisa kita lakukan di tingkat daerah harus segera diikhtiarkan. Namun, untuk hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan nasional, seperti tarif angkutan udara, kita berharap ada pertimbangan khusus bagi Batam agar biaya yang ditanggung masyarakat dapat lebih ditekan," ujar Amsakar dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat.
Baca juga: BNPT RI: Ancaman radikalisme di Kepri menurun
Ia menyampaikan hal tersebut pada High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pencanangan Sensus Ekonomi 2026.
Amsakar menyoroti tingkat inflasi Kota Batam yang saat ini tercatat sebesar 3,99 persen. Angka tersebut berada di atas target inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.
Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian serius terhadap komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi di Batam.
Selain membahas inflasi, Amsakar juga menyoroti data pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan I tahun 2026 yang tercatat sebesar nol persen.
Menurutnya, angka tersebut tidak sejalan dengan berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan kondisi positif.
Baca juga: Polres Natuna lepasliarkan 100 tukik di Pulau Senoa
la menyebutkan sejumlah indikator yang mencerminkan pertumbuhan ekonomi Batam masin cukup baik, antara lain meningkatnya kunjungan wisatawan, pertumbuhan investasi yang signifikan, serta stabilitas dunia usaha dan ketenagakerjaan.
Untuk menelaah lebih lanjut kondisi tersebut, Pemkot Batam akan menggelar rapat koordinasi bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Bea Cukai guna melakukan pendalaman data secara komprehensif.
"Kita tidak memiliki kepentingan untuk mengubah data. Yang kita perlukan adalah data yang objektif dan akurat. Saya selalu menegaskan bahwa bekerja tanpa data ibarat orang berjalan dalam gelap tanpa arah. Sulit menentukan kebijakan yang tepat jika data yang digunakan tidak menggambarkan kondisi sebenarnya," katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Rony Widijarto menjelaskan bahwa stabilitas inflasi menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan investor dalam menentukan keputusan investasi.
Baca juga: Gubernur sebut proyek dermaga Tanjung Uban perkuat konektivitas antarpulau
Menurutnya, tingginya daya beli masyarakat Batam yang didukung oleh pertumbuhan sektor industri menyebabkan arus barang dari luar daerah terus meningkat.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena Batam masih bergantung pada pasokan pangan dari daerah lain akibat keterbatasan lahan pertanian produktif.
"Inflasi diukur dari perubahan harga, bukan semata-mata tingkat harga. Karena itu, menjaga stabilitas harga, terutama di pasar tradisional, menjadi sangat penting mengingat fluktuasinya cukup tinggi," kata Rony.
la juga mengungkapkan bahwa emas perhiasan masih menjadi penyumbang inflasi terbesar di Batam selama tiga tahun terakhir.
Menurut Rony, fenomena tersebut sekaligus mencerminkan tingginya daya beli masyarakat.
Selain emas perhiasan, kelompok makanan jadi seperti nasi campur dan nasi goreng juga menunjukkan tren kenaikan harga yang konsisten dan masuk dalam daftar lima besar penyumbang inflasi di Kota Batam.
Baca juga:
Disbudpar Batam: Kunjungan ke museum didominasi pelajar dan wisman
Keaktifan peserta JKN Tanjungpinang capai 82 persen
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
