Logo Header Antaranews Kepri

Pemprov Kepri terima dokumen dukungan pembangunan Monumen Bahasa Nasional

Senin, 22 Juni 2026 09:49 WIB
Image Print
Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Dato' Seri Setia Utama Raja Al Hafiz menyerahkan dokumen dukungan pembangunan Monumen dan Museum Bahasa Nasional kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura di sela pelaksanaan Penyengat Heritage 2026 di Balai Adat Pulau Penyengat, Minggu (21/6/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Kepri

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menerima dokumen dukungan terhadap pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional dari sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Dato' Seri Setia Utama Raja Al Hafiz mengatakan penyerahan dokumen ini sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap pembangunan salah satu proyek strategis kebudayaan tersebut, sekaligus bentuk komitmen menjadikan Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah dan peradaban bahasa Melayu.

"Momentum ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam mewujudkan Pulau Penyengat sebagai pusat pelestarian sejarah bahasa Melayu serta destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia," kata dia setelah menyerahkan dokumen itu kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura di sela pelaksanaan Penyengat Heritage 2026 di Balai Adat Pulau Penyengat, Minggu (21/6).

Baca juga: Gubernur Kepri ingin kemas permainan rakyat jadi daya tarik wisata

Gubernur Kepri Ansar mengatakan peletakan batu pertama pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat direncanakan awal Agustus 2026 dengan target diresmikan tepat pada 100 tahun peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 2028.

"Insyaallah setelah review awal oleh BPKP selesai, minggu pertama Agustus 2026 kita mulai groundbreaking pembangunan Museum dan Monumen Bahasa ini," ujarnya.

Ia menjelaskan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat akan dilaksanakan melalui skema tahun jamak selama dua tahun, dengan target penyelesaian pada akhir 2027.

Kehadiran museum dan monumen tersebut diharapkan menjadi simbol pengakuan nasional terhadap kontribusi besar Pulau Penyengat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

"Mudah-mudahan dapat diresmikan langsung oleh Presiden RI sebagai bukti sejarah bahwa pulau kecil ini telah memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi persatuan dan kesatuan bangsa melalui bahasa Melayu," katanya.

Ansar menegaskan bahwa jejak pemikiran Raja Ali Haji dan warisan kebahasaan Melayu telah mendapat pengakuan dunia. Terbukti dengan ditempatkannya patung Raja Ali Haji bersama 24 patung pahlawan literatur, penyair dan pemikir ternama dunia di Magtymgyly Pyragy Park di Turkmenistan.

Ia juga mengungkapkan nama Pulau Penyengat kini semakin dikenal di tingkat internasional.

Baca juga: Cuaca Kepri hari ini 22 Juni, hujan merata dari Batam hingga Anambas

Saat promosi pariwisata Bintan Resort di New York, Amerika Serikat, Pulau Penyengat menjadi salah satu destinasi yang banyak ditanyakan oleh calon wisatawan dan pelaku industri pariwisata.

Oleh Karena itu, ia menyatakan terus mendorong agar Pulau Penyengat semakin mendunia.


Baca juga: Bupati Natuna: Sekolah Satu Atap solusi pemerataan pendidikaN di daerah terpencil

"Kita ingin warisan sejarah, budaya, dan bahasa yang lahir dari Pulau Penyengat semakin dikenal masyarakat nasional maupun internasional," demikian Ansar.



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026