
BMKG: Siklon Mekkhala pengaruhi hujan di Pulau Bintan

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menyebutkan aktivitas Siklon Tropis Mekkhala yang berada di Timur Laut Filipina turut mempengaruhi cuaca hujan yang melanda wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya pada Senin.
"Berdasarkan analisis meteorologis terkini, kondisi cuaca pada hari ini masih dipengaruhi oleh aktivitas Siklon Tropis Mekkhala yang berada di Timur Laut Filipina," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang Hayu Nur Mahron di Tanjungpinang, Senin.
Hayu menyampaikan Pulau Bintan yang terdiri dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan itu mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang terjadi secara bergantian sejak Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
Ia menjelaskan keberadaan Siklon Tropis Mekkhala membentuk aliran massa udara menuju pusat siklon yang melintasi wilayah Kepri dan berkontribusi terhadap terbentuknya daerah pertemuan angin (konvergensi) di sekitar Pulau Bintan.
Kondisi itu mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang menyebabkan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di Pulau Bintan dan sekitarnya.
BMKG memprediksi untuk esok hari hingga beberapa hari ke depan, seiring pergerakan Siklon Tropis Mekkhala ke arah barat laut hingga utara, daerah konvergensi dan aliran massa udara yang terkait dengan sistem tersebut diprakirakan bergeser menjauhi wilayah Pulau Bintan ke arah utara.
"Akibatnya, pengaruh faktor cuaca regional terhadap wilayah Kepri diprakirakan berangsur berkurang," ucapnya.
Meskipun demikian, kata dia, kondisi atmosfer yang masih lembap dan cukup labil tetap mendukung pembentukan awan hujan, sehingga potensi hujan masih ada namun dengan cakupan yang cenderung lebih lokal dibandingkan kondisi pada 22 Juni 2026.
Hal itu juga dipengaruhi kandungan uap air di wilayah Kepri masih relatif tinggi, seiring suhu muka laut yang hangat berkisar antara 30–31derajat Celsius dengan anomali positif sekitar 0,5–1,5 derajat Celsius. Kondisi ini menyebabkan kelembapan udara pada lapisan atmosfer bawah hingga menengah tetap tinggi.
"Untuk wilayah Pulau Bintan, dalam tiga hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang, terutama pada dini hari hingga pagi serta siang hari," ungkapnya.
Sementara itu, lanjut Hayu, ketinggian gelombang laut di Pulau Bintan diprakirakan berkisar antara 0,1 sampai 1,25 meter (kategori tenang hingga rendah).
Pihaknya turut mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan.
Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi Banjir Pesisir (Rob) yang masih berpotensi terjadi hingga 23 Juni 2026 di wilayah pesisir Tanjungpinang dan sekitarnya.
"Informasi cuaca terkini dapat diperoleh melalui aplikasi InfoBMKG serta laman websitenm BMKG," ucap Hayu Nur Mahron.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Aktivitas Siklon Mekkhala picu hujan di Pulau Bintan Kepri
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
