Logo Header Antaranews Kepri

Iran sebut perjanjian tidak wajibkan beli produk pertanian AS

Selasa, 23 Juni 2026 09:33 WIB
Image Print
Arsip foto - Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026. Di tengah demonstrasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua minggu yang bertujuan untuk menghentikan permusuhan, dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz sementara negosiasi diplomatik berlanjut menuju resolusi yang lebih permanen. ANTARA/Celal Güneş - Anadolu Agency / pri. (ANTARA/Celal Güneş - Anadolu Agency / pri)

Istanbul (ANTARA) - Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati, Senin (22/6), mengatakan bahwa Iran tidak berkewajiban untuk membeli produk pertanian dari AS berdasarkan perjanjian yang ada terkait pencairan dana Iran.

"Berdasarkan memorandum yang telah ditandatangani, tidak ada kewajiban untuk membeli input pertanian dari Amerika Serikat," kata Hemmati kepada kantor berita Iran, Tasnim.

Hemmati menjelaskan bahwa mekanisme penggunaan "6 miliar dolar pertama" dari aset Iran yang dibekukan didasarkan pada perjanjian tahun 2023 antara Teheran dan Washington yang mencakup barang-barang penting dan obat-obatan.

Baca juga: Trump : Aset Iran yang akan dicairkan untuk beli produk AS

Hemmati menambahkan bahwa Iran masih dapat membeli produk pertanian Amerika jika harganya dan kualitasnya lebih menguntungkan daripada yang ditawarkan negara lain.

Dia juga menuturkan bahwa Iran mengimpor barang kebutuhan pokok dan obat-obatan senilai miliaran dolar setiap tahun, serta bahwa prioritas Teheran adalah akses ke cadangan devisa asingnya sendiri.

Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran: Tak ada kewajiban beli produk AS dari dana yang dicairkan



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026