
Bulog Tanjungpinang tambah pasokan 90 ribu liter MinyaKita di awal Juli

Tanjungpinang (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kembali menambah pasokan 90 ribu liter minyak goreng merek MinyaKita guna menjamin kebutuhan masyarakat selama satu bulan ke depan.
"Saat ini kita masih punya stok 10 ribu liter minyak goreng, dan akan masuk lagi 90 ribu liter pada pekan pertama Juli 2026," kata Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang Arief Alhadihaq di Tanjungpinang, Selasa.
Dengan tambahan pasokan tersebut, Arief menjamin penyaluran MinyaKita di pasaran tetap terjaga. Distribusi secara berkala akan difokuskan melalui pasar yang menjadi lokasi pemantauan harga komoditas Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang ditetapkan Kementerian Perdagangan (Kemendag), melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten/kota setempat.
Ia menjelaskan tambahan pasokan 90 ribu liter MinyaKita tersebut didatangkan dari Jakarta, lalu baru disalurkan secara bertahap ke wilayah kerja Bulog Tanjungpinang, meliputi Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan hingga Kabupaten Lingga.
"Kenapa distribusinya bertahap, karena menyesuaikan jadwal keberangkatan transportasi laut antarpulau di Kepri," ujar Arief.
Lebih lanjut ia mengatakan belakangan penyaluran MinyaKita di pasaran memang terbatas, akibat kondisi global yang memengaruhi persediaan bahan baku minyak goreng kemasan di tanah air.
Namun demikian, lanjut dia, Bulog Tanjungpinang terus berkoordinasi dengan produsen agar berupaya menjaga pasokan MinyaKita tetap tersedia, sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus mengawal stabilitas harga dan inflasi di daerah.
"Kita terus mendorong produsen yang ada supaya bisa mensuplai kebutuhan MinyaKita, paling tidak cukup untuk kebutuhan harian masyarakat," ujar dia.
Arief juga memastikan harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita masih dibanderol Rp15.700 per liter.
Ia mengatakan permintaan MinyaKita di wilayah Bulog Tanjungpinang tergolong tinggi, bisa mencapai 100 ribu liter per bulan. Kondisi ini dipicu harga MinyaKita lebih terjangkau dibanding harga minyak goreng lainnya yang beredar di pasaran.
Bulog bersama pihak-pihak terkait mengawasi ketat pendistribusian MinyaKita melalui aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran dan dijual sesuai HET. Bagi yang menjual di atas HET, akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, para pedagang pun diminta memasang spanduk berisi informasi penjualan MinyaKita agar diketahui masyarakat luas.
"Harapan kita, MinyaKita dapat menyebar dan dinikmati semua lapisan masyarakat," kata Arief.
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
