
Argentina vs Tanjung Verde: Messi versus Dongeng Hiu Biru

Jakarta (ANTARA) - Kenangan pahit kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi di fase grup Piala Dunia empat tahun silam membayangi langkah tim nasional Argentina. Skuad Albiceleste kini dihadapkan pada prospek serupa saat ditantang tim kejutan asal Afrika, Tanjung Verde, pada laga babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat, Sabtu (4/7) pukul 05.00 WIB.
Tanjung Verde yang berada di peringkat ke-64 FIFA datang ke fase gugur dengan status sebagai negara terkecil yang lolos. Namun, pelatih Lionel Scaloni menegaskan anak asuhnya kini jauh lebih siap dan meminta tidak ada satu pun pemain Argentina yang memandang sebelah mata kekuatan lawan. "Ini tim yang tak pernah kalah," ujar Scaloni mewaspadai sepak terjang sang debutan.
Keajaiban Tanpa Beban Si Hiu Biru
Sebagai negara kepulauan kecil di Afrika bagian barat dengan populasi hanya sekitar 500 ribu jiwa, pencapaian Tanjung Verde menembus fase gugur tanpa terkalahkan dinilai sangat fantastis. Skuad berjuluk The Blue Sharks (Si Hiu Biru) ini sukses melaju setelah secara luar biasa menahan imbang kekuatan elite sepak bola dunia, mulai dari Spanyol, Uruguay, hingga Arab Saudi di fase grup.
Keberhasilan tersebut melambungkan optimisme di internal negara terkecil peserta Piala Dunia ini. Presiden Tanjung Verde, Jose Maria Neves, bahkan secara terbuka meyakini timnya mampu menjungkirbalikkan prediksi. "Saya kira Tanjung Verde bisa mengalahkan Argentina 1-0," tutur Neves dalam wawancara eksklusif bersama BBC. Nada serupa disuarakan oleh sang pelatih, Pedro Leitao Brito alias Bubista, yang menegaskan bahwa bagi timnya, tidak ada lagi hal yang mustahil.
Secara statistik, Tanjung Verde membuktikan diri bukan sekadar tim yang pandai menumpuk pemain di lini pertahanan (low-block biasa). Walau sempat dihujani 27 tembakan oleh Spanyol, mereka mampu menunjukkan agresivitas serangan balik yang berbahaya. Sepanjang fase grup, Tanjung Verde sukses melepaskan 33 tembakan, hanya selisih tipis dari Argentina yang mengemas 35 peluang. Ketahanan fisik, disiplin tinggi, serta organisasi tim yang rapat menjadi senjata utama mereka untuk membuat frustrasi tim-tim raksasa.
Faktor Pembeda Bernama Lionel Messi
Kendati demikian, Tanjung Verde wajib menyadari bahwa tantangan menghadapi juara bertahan Argentina berada di level yang berbeda. Jika Spanyol dan Uruguay dipaksa gigit jari karena menemui jalan buntu di lini pertahanan Tanjung Verde, hal itu terjadi lantaran kedua tim tersebut tidak memiliki sosok pembeda seperti Lionel Messi.
Messi merupakan tautan hilang (missing link) yang tidak dimiliki oleh lawan-lawan Tanjung Verde sebelumnya. Di usianya kini, kapten Albiceleste tersebut tetap menjadi figur sentral yang memiliki kesadaran taktis serta visi bermain luar biasa untuk membongkar pertahanan serapat apa pun dalam hitungan sepersekian detik.
Saat Argentina menemui situasi buntu, kalkulasi jenius Messi lewat gerak tipu dan eksekusi kreatifnya kerap menjadi solusi instan penentu kemenangan. Faktor magis Messi inilah yang diprediksi akan menjadi kunci utama Scaloni untuk meredam denah permainan Bubista, sekaligus menghentikan dongeng indah sang debutan di tanah Amerika.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Argentina vs Tanjung Verde: Keajaiban lagi atau unjuk jeniusnya Messi?
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
