
Sekretariat DPRD Batam optimalkan layanan administrasi melalui digitalisasi

Batam (ANTARA) - Sekretariat DPRD Kota Batam terus mengoptimalkan tata kelola administrasi melalui penerapan sistem berbasis teknologi informasi guna meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus meminimalkan kesalahan dalam pengelolaan administrasi pemerintahan.
Sekretaris DPRD Kota Batam Ridwan Afandi dalam keterangan yang diterima di Batam, Jumat mengatakan penerapan konsep e-governance menjadi salah satu upaya memperkuat kualitas layanan administrasi di lingkungan sekretariat dewan.
Menurut dia, sejumlah aplikasi internal seperti e-SPPD dan e-Tamu dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan tugas Sekretariat DPRD sebagai perangkat daerah yang memfasilitasi kegiatan dewan, mulai dari administrasi, persidangan, keuangan hingga pelayanan kepada anggota DPRD.
“Kami sangat terbantu dengan sistem kerja berbasis teknologi informasi melalui sejumlah aplikasi seperti e-SPPD dan e-Tamu sehingga pelayanan administrasi menjadi lebih efektif dan efisien,” kata Ridwan.
Baca juga: Dishub Kepri : Natuna mulai di layani 2 kapal Ro-Ro
Ia menjelaskan digitalisasi administrasi tidak hanya mempercepat proses kerja, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dokumen dan pertanggungjawaban anggaran.
Menurut Ridwan, pemanfaatan teknologi informasi berhasil menekan potensi kesalahan dalam penyusunan administrasi, sekaligus mengurangi risiko kehilangan maupun kerusakan dokumen karena seluruh data tersimpan secara digital.
“Selama tiga tahun kami menerapkan sistem ini, tingkat kekeliruan administrasi dapat ditekan karena seluruh proses terdokumentasi dengan lebih baik,” ujar dia.
Ia menambahkan transformasi digital juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Selain penguatan sistem digital, Ridwan menilai keberhasilan pelaksanaan tugas administrasi juga bergantung pada komunikasi dan koordinasi yang baik antara sekretariat, pimpinan DPRD, anggota dewan, maupun seluruh aparatur.
“Dengan komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang baik, setiap permasalahan akan dapat dicarikan jalan keluarnya,” katanya.
Penerapan digitalisasi administrasi tersebut dipaparkan Ridwan saat menerima peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I dan II Provinsi Sumatera Selatan di Kantor DPRD Kota Batam sebagai bagian dari berbagi praktik tata kelola pemerintahan berbasis teknologi.
Baca juga:
Perputaran ekonomi selama POPDA Kepri 2026 diproyeksikan sebesar Rp4,2 M
Gubernur Kepri: POPDA 2026 jadi ajang lahirkan atlet berprestasi
Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
