
Ketua DPRD Batam: Kerukunan masyarakat jadi modal penting pembangunan serta investasi

Batam (ANTARA) - Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin menilai kerukunan dan pembauran masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga daya saing Batam sebagai tujuan investasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Kamaluddin saat menerima audiensi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Batam yang didampingi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Batam.
Dalam pertemuan membahas kondisi sosial kemasyarakatan, perkembangan pembangunan daerah, serta berbagai program untuk memperkuat persatuan, pembauran, dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kota Batam.
Baca juga: Sekretariat DPRD Batam optimalkan layanan administrasi melalui digitalisasi
Menurut Kamaluddin, pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi kondisi sosial yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.
“Untuk mencapai kemajuan Batam, sinergi sosial dalam masyarakat adalah kunci utama. Dengan kondisi sosial yang rukun dan guyub, berbagai program pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik serta meningkatkan daya saing Batam sebagai tujuan investasi global,” kata Kamaluddin di Batam, Jumat.
Ia mengatakan DPRD Kota Batam mendukung berbagai upaya yang mendorong penguatan persatuan dan toleransi, termasuk melalui kegiatan dialog kebangsaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Baca juga: Dishub Kepri : Natuna mulai di layani 2 kapal Ro-Ro
Lebih lanjut, Kamaluddin menyebutkan masukan dari berbagai elemen masyarakat diperlukan sebagai bahan pembahasan bersama DPRD dalam merumuskan kebijakan yang mendukung terciptanya kehidupan sosial yang kondusif.
“Kita sangat berterima kasih atas berbagai masukan dari Forum Pembauran Kebangsaan, dan ini akan kita bahas bersama rekan-rekan di DPRD,” ujarnya.
Baca juga: Perputaran ekonomi selama POPDA Kepri 2026 diproyeksikan sebesar Rp4,2 M
Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
