Logo Header Antaranews Kepri

Korwil sebut dapur SPPG MBG di Batam sedang urus sertifikasi halal secara bertahap

Senin, 6 Juli 2026 16:50 WIB
Image Print
Arsip - Petugas SPPG Belakangpadang yang sedang menumpuk ompreng MBG di kelas salah satu sekolah di Batam, Kepri. (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyebut dapur dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kota itu tengah mengurus sertifikasi halal secara bertahap sebagai salah satu persyaratan operasional.

Korwil SPPG Batam Defri Frenaldi mengatakan sertifikasi halal telah menjadi prasyarat bagi dapur SPPG, namun proses penerbitannya masih membutuhkan waktu karena harus melalui sejumlah tahapan administrasi dan pelatihan.

"Sertifikasi halal sudah menjadi prasyarat, namun sejauh ini masih membutuhkan waktu untuk mendapatkan sertifikasinya. Masih nihil yang sudah mendapatkan sertifikat halal," kata Defri saat dihubungi di Batam, Senin.

Ia menjelaskan proses sertifikasi halal dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca juga: 92 WNA asal China terlibat sindikat judol di Batam dideportasi Imigrasi

Sebelum memperoleh sertifikat halal, kata dia, pengelola dapur wajib mengikuti pelatihan penyelia halal serta melengkapi berbagai persyaratan administrasi yang ditentukan.

"Dari SPPG diharuskan mengikuti pelatihan penyelia halal, lalu ada administrasi dan tahapan lainnya sehingga prosesnya memang cukup lama," ujarnya.

Defri menyebut sejak dapur SPPG pertama memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada September 2025 hingga saat ini belum ada sertifikat halal yang resmi diterbitkan.

Ia menambahkan pemenuhan persyaratan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kepemilikan SLHS, kemudian sertifikasi halal, hingga pemenuhan standar Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) untuk menjamin keamanan pangan.

"Jadi bertahap, mulai dari SLHS, kemudian sertifikasi halal, baru HACCP," katanya.

Baca juga: Pemkot Batam pastikan bansos tepat sasaran lewat aktivasi Perlinsos

Meski saat ini Program MBG sedang berhenti karena libur sekolah, Defri memastikan proses pengurusan sertifikasi tetap berjalan sehingga dapur dapat memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

"Saat libur sekolah pun pengurusan sertifikasi tetap berjalan," ujarnya.

Ia juga mengatakan terdapat 139 dapur SPPG yang beroperasi di Batam. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 dapur telah mengantongi SLHS yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan setempat, sementara sisanya masih dalam proses pemenuhan persyaratan.

Program MBG di Batam kini telah menjangkau sebanyak 324.479 penerima manfaat, terdiri atas pelajar, kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita), serta guru sekolah.

Baca juga: Batam berkontribusi 26,5 persen tambahan investasi nasional



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026