Logo Header Antaranews Kepri

Tuchel kritik FIFA terkait Folarin Balogun, pertanyakan aturan

Senin, 6 Juli 2026 18:18 WIB
Image Print
Wasit memberikan kartu merah kepada Folarin Balogun (kedua dari kanan) dari Amerika Serikat saat pertandingan babak 32 besar antara Amerika Serikat dan Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion San Francisco Bay Area di San Francisco, Amerika Serikat, pada 1 Juli 2026. ANTARA/Xinhua/Xu Chang

Jakarta (ANTARA) - FIFA memutuskan untuk tidak memberlakukan hukuman larangan bertanding langsung bagi penyerang andalan Amerika Serikat, Folarin Balogun, meski sang pemain sebelumnya diganjar kartu merah langsung. Langkah tak biasa ini sontak memantik kritik tajam dari pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel.

"Dari mana ini dimulai dan di mana ini berakhir sekarang? Bisakah kita membatalkannya atau tidak? Apa yang sedang terjadi?," kata Thomas Tuchel dalam laporan BBC yang dipantau di Jakarta, Senin.

Balogun sebelumnya diusir keluar lapangan oleh wasit saat memperkuat tim tuan rumah AS melawan Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar. Berdasarkan regulasi turnamen, striker subur tersebut seharusnya otomatis absen membela The Stars & Stripes dalam laga hidup-mati babak 16 besar kontra Belgia.

Namun, FIFA secara mengejutkan memilih memulihkan status Balogun agar bisa diturunkan di babak 16 besar. Pembatalan hukuman ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menelepon langsung Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada hari Kamis guna membahas penangguhan sanksi tersebut.

Seusai mengantarkan Inggris membungkam Meksiko 3-2, Thomas Tuchel langsung dihujani pertanyaan oleh awak media mengenai anomali hukum ini. Pelatih asal Jerman itu pun melayangkan kritik filosofis yang menohok atas hilangnya konsistensi di tubuh FIFA.

"Pertanyaan yang saya ajukan adalah, di mana batasannya harus ditarik? Saya tidak punya jawaban untuk itu," katanya.

Ia melanjutkan, "Apakah kita mengajukan banding jika kartu kuning bukan kartu kuning? Apakah kita berpikir itu bukan kartu merah atau siapa yang berpikir demikian? Dari mana ini dimulai dan di mana ini berakhir? Itulah pertanyaan saya. Saya tidak punya jawabannya."

FIFA memberlakukan klausul dalam kode disiplinnya yang memungkinkan mereka untuk "menangguhkan sepenuhnya atau sebagian pelaksanaan tindakan disiplin". Hal ini bertentangan dengan peraturan turnamen, yang menyatakan bahwa jika seorang pemain menerima kartu merah, "mereka akan secara otomatis diskors dari pertandingan tim mereka selanjutnya".

Tuchel meyakini bahwa intervensi tersebut, yang belum pernah terjadi sebelumnya di Piala Dunia sejak larangan otomatis diberlakukan untuk kartu merah, telah menciptakan ketidakpastian mengenai aturan.

"Saya pikir pertama-tama, untuk memperjelas, itu (Balogun) bukanlah kartu merah. Tetapi VAR ikut campur dan jelas tiga orang dari VAR dan wasit memeriksanya dan kemudian berpendapat bahwa itu adalah kartu merah, jadi keputusannya sudah dibuat," kata dia.

Belgia protes...
 



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026