
AS vs Belgia: statistik unggulkan Setan Merah ketika hadapi tuan rumah

Jakarta (ANTARA) - Dalam jagat sepak bola modern, posisi tinggi pada peringkat FIFA terkadang tidak menjamin hasil akhir di atas lapangan. Kejutan besar telah dibuktikan oleh Norwegia yang sukses mendepak tim peringkat enam dunia, Brasil, di babak 16 besar Piala Dunia 2026, meski peringkat mereka sendiri berada di luar 30 besar dunia.
Namun, apakah keajaiban skuad Singa Nordik tersebut bakal mampu direplikasi oleh tuan rumah Amerika Serikat (AS) saat menjamu Belgia di Seattle Stadium, Washington, pada Selasa (7/7) dini hari WIB nanti? Jawabannya belum tentu.
Laga krusial ini tidak otomatis menjadi milik armada The Yanks hanya karena mereka bermain di hadapan publik sendiri. Terlebih jika menilik rekam jejak perjalanan kedua tim menuju fase gugur, di mana timnas Belgia yang dijuluki The Red Devils (Setan Merah) menunjukkan performa dan kualitas kolektif yang jauh lebih meyakinkan.
Belgia melaju ke babak 16 besar dengan modal mentereng tak terkalahkan dalam empat laga sebelumnya. Sebaliknya, AS sudah sempat menelan satu kekalahan pahit dengan skor 2-3 dari Turki pada laga pemungkas fase grup.
Secara kualitas lawan yang dihadapi, tingkat kompetitif yang dilewati kedua tim juga timpang. Turki menjadi lawan berperingkat FIFA paling tinggi yang pernah dihadapi AS. Peringkat Turki tersebut masih berada di bawah tiga dari empat tim yang sukses diredam oleh Belgia sebelum babak 16 besar, yakni Senegal, Iran, dan Mesir.
Youri Tielemans dan kawan-kawan tidak pernah kalah dari ketiga tim tangguh tersebut, bahkan berhasil menyingkirkan Senegal di babak 32 besar. Di sisi lain, langkah AS menuju babak ini terbilang terseok-seok setelah sempat dipersulit oleh Bosnia dan Herzegovina (peringkat 61) di babak 32 besar, meski akhirnya mereka mampu menang dengan skor 2-0.
Pengalaman meladeni lawan-lawan dengan reputasi yang lebih kuat membuat catatan tim besutan Rudi Garcia itu jauh lebih matang ketimbang anak asuh Mauricio Pochettino.
Belgia agresif, AS efektif
Meski kalah tipis dalam torehan jumlah gol yang dilesakkan sepanjang turnamen (9 gol berbanding 10 gol milik AS), Belgia secara statistik merupakan tim yang jauh lebih berbahaya ketimbang United States Men's National Team (USMNT). Skuad Setan Merah mencatatkan keunggulan mutlak dalam aspek jumlah umpan yang diolah, daya dobrak antarlini, penciptaan ruang serangan, intensitas sentuhan di sepertiga akhir lapangan, hingga jumlah umpan silang di depan kotak penalti lawan.
Belgia menyapu bersih keunggulan di semua aspek tersebut, termasuk dalam urusan nilai Expected Goals (xG) atau probabilitas gol yang mencapai angka 8,29, jauh mengungguli AS yang hanya mencatatkan xG sebesar 6,03.
Kendati demikian, catatan mentereng Belgia itu masih bersifat potensi di atas kertas karena secara empiris di lapangan, Christian Pulisic dkk terbukti jauh lebih klinis dan efektif dalam memanfaatkan peluang sekecil apa pun.
Meski Belgia memegang rekor sebagai tim dengan torehan jumlah peluang terbanyak (92 tembakan) di Piala Dunia 2026, lini serang AS nyatanya jauh lebih mematikan. AS berhasil mengonversi 19 persen dari total 52 peluang yang mereka miliki menjadi gol, sementara efisiensi konversi gol Belgia cuma menyentuh angka 10 persen.
Faktor Krusial Folarin Balogun dan Kutukan Sejarah
Tingginya efektivitas serangan AS sangat dipengaruhi oleh faktor sang ujung tombak, Folarin Balogun. Bomber subur ini merupakan pemain paling berpengaruh bagi skema ofensif The Yanks. Selain berstatus sebagai top skor tim dengan koleksi dua gol, Balogun juga menjadi kreator tunggal yang paling aktif menciptakan peluang bagi lini kedua AS.
Namun, pola andalan 4-2-3-1 milik Pochettino kini menghadapi ujian terberat menyusul drama kartu merah langsung yang diterima Balogun saat laga melawan Bosnia. Kehilangan sang predator tentu menjadi tamparan keras sekaligus mereduksi ketajaman lini serang AS, meskipun mereka masih memiliki nama-nama seperti Sebastian Berhalter, Giovanni Reyna, dan Mark Tillman yang masing-masing telah mengemas satu gol.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa berkat adanya intervensi dari pemerintah AS kepada pihak FIFA, hukuman larangan bertanding Balogun dikabarkan resmi ditangguhkan sehingga sang striker kemungkinan besar bisa turun menghadapi Belgia. Jika isu pemutihan ini benar terjadi, hal itu akan menjadi sinyal bahaya bagi kuartet pertahanan Belgia yang dikomandoi duet bek tengah Brandon Mechele dan Arthur Theate.
Sebaliknya, barisan belakang AS yang dikawal bek veteran Tim Ream dipastikan bakal memeras keringat lebih deras guna meredam agresivitas serangan Belgia. Pasalnya, Setan Merah memiliki dua motor serangan yang sangat aktif meneror lawan, yakni Youri Tielemans dan Leandro Trossard.
Tielemans sejauh ini menjadi pemain Belgia paling dinamis yang bergerak dari lini ke lini dengan frekuensi 93 kali pergerakan, melampaui Tim Ream di kubu AS (86 pergerakan). Sementara Trossard menjadi pemain teraktif dalam melakukan pressing ketat (119 kali), melampaui catatan Sergino Dest di lini pertahanan AS (80 kali). Ketajaman lini depan Belgia pun merata, di mana Tielemans, Trossard, dan Romelu Lukaku masing-masing telah membukukan dua gol, disusul Alexis Saelemaekers serta Kevin De Bruyne yang menjadi raja assist dengan torehan 18 penciptaan peluang.
Selain kalah mentereng secara statistik turnamen, AS juga dihantui oleh catatan buruk masa lalu saat bersua Belgia. Dari tujuh pertemuan historis kedua negara, AS memang sempat menang telak 3-0 pada pertemuan perdana mereka 96 tahun silam di Piala Dunia 1930.
Namun, dalam enam duel berikutnya yang terjadi dalam kurun waktu tiga dekade terakhir, Belgia selalu sukses menyapu bersih kemenangan atas AS, termasuk saat mendepak The Yanks di babak 16 besar Piala Dunia 2014 lalu.
Ditambah dengan fakta runtuhnya keangkeran status tuan rumah setelah Meksiko didepak Inggris 2-3 di Mexico City kemarin, langkah Amerika Serikat untuk bisa menembus babak perempat final dipastikan akan menjadi misi yang sangat terjal.
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
